Ini Prediksi Parpol yang Bakal Duduk Unsur Pimpinan di DPRD Kabupaten/Kota



Sabtu, 27 April 2019 - 17:13:26 WIB



JAMBERITA.COM - Proses penginputan data hasil pemilihan pada 17 April lalu masih terus dilakukan oleh KPU melalui tenaga bantu operator.

Tercatat beberapa daerah hampir menyelesaikan proses input data yang terhubung langsung ke server KPU RI.

Untuk Jambi sendiri masih dalam kategori cepat dalam proses input data hasil.

Berdasarkan data yang dirilis dalam situng KPU RI untuk kabupaten/kota di Jambi, beberapa partai lama mendominasi menjadi pemenang pemilu di 11 kabupaten/kota yang ada. Data ini diambil Jamberita.com pada Sabtu (27/4/2019) pukul 13.00 WIB.

Untuk Kota Jambi sendiri partai pendulang suara tertinggi adalah Gerindra dengan perolehan 13,29 persen disusul oleh Golkar dengan perolehan 13, 24 persen. Urutan ketiga diisi oleh Demokrat dengan 13.08 persen dan PDIP pada urutan selanjutnya dengan perolehan 12.52 persen. dengan komposisi ini dipastikan 4 partai ini yang akan mendapatkan unsur pimpinan di DPRD Kota Jambi.

Namun jika melihat hasil pleno yang sudah hampir rampung Gerindra memimpin. Disusul PDIP dan Demokrat.

Muaro Jambi sendiri yang terkenal dengan basis PAN dan memiliki kepala daerah dari PAN sendiri diisi oleh PDIP yang meraih suara terbanyak dengan 15,12 persen disusul oleh PKB dengan 13,79 persen. Selanjutnya ada Demokrat dengan angka 12,3 persen terpaut selisih kecil dengan PAN yang hanya 12,2 persen. Kemungkinan besar 4 partai ini yang akan mengisi unsur pimpinan di DPRD Muaro Jambi.

Untuk Batanghari sendiri yang merupakan basis Golkar yang ternyata kalah dengan PAN yang memperoleh suara 18,3 persen disusul oleh Golkar yang mendapatkan suara 17,56 persen. Disusul PKB dengan perolehan suara 13.1 persen dan Gerindra 12.47 persen. 4 partai ini yang berkemungkinan akan mengisi kursi pimpinan di DPRD Batanghari.

Untuk Sarolangun sendiri dimenangkan Golkar dengan perolehan suara 21,61 persen jauh meninggalkan PDIP yang berada pada posisi kedua dengan perolehan 13,55 persen. Urutan selanjutnya diisi oleh Demokrat dengan perolehan 11,2 persen dan terakhir ada PPP dengan perolehan 10,15 persen. Partai ini yang akan menjadi wakil rakyat di unsur pimpinan di DPRD Sarolangun nanti pada 2019 - 2024.

Merangin sendiri yang notabene juga sama dengan Sarolangun dengan kepala daerah yang berasal dari Golkar juga meraih suara terbanyak saat ini dengan 17,03 persen dipepet ketat oleh PDIP yang berada diurutan kedua dengan perolehan 15,54 persen. Yang mengejutkan ada Hanura yang pada posisi perhitungan Parlementery Threshold tidak mampu mencapai 4 persen tapi mampu menjadi urutan ketiga dengan 12,55 persen. Diurutan 4 sendiri diisi oleh Demokrat dengan perolehan 7,71 persen. Mereka yang berpeluang untuk menjadi unsur pimpinan di DPRD Merangin.

Untuk daerah Bungo sendiri diisi oleh NasDem pada urutan pertama. Hal ini tidak mengejutkan dikarenakan Gubernur Jambi yang notabene Ketua Dewan Pertimbangan NasDem berasal dari Bungo. Partai ini memperoleh 16,3 persen. Urutan kedua diisi oleh PKS dengan perolehan suara 11,2 persen dan ketiga diisi oleh PDIP dengan perolehan suara 10,56 persen. Terakhir diisi oleh Gerindra dengan perolehan 8,58 persen. Adapun 4 partai ini yang akan menjadi penguasa DPRD Bungo.

Untuk Tebo sendiri juga sama dengan kejadian Sarolangun dan Merangin, karena kepala daerah sendiri dari kader Golkar memperoleh suara tertinggi dengan perolehan 22.61 persen disusul oleh PDIP dengan perolehan 17,54 persen. Urutan ketiga diisi oleh PAN dengan perolehan 9,72 persen selisih sedikit dengan PKB dan Demokrat yang mendapatkan perolehan suara sama yaitu 9,28 persen. Mereka yang besar kemungkinan mengisi pimpinan DPRD Tebo.

Untuk daerah Tanjab Barat sendiri dikuasai penuh oleh PDIP dengan perolehan suara 22,68 persen disusul oleh PAN dengan perolehan 12,63 persen. Di urutan selanjutnya ada PKB dengan perolehan 11.76 persen disusul oleh Golkar dengan 10,9 persen. 4 partai besar ini yang besar kemungkinan menjadi unsur pimpinan di DPRD Tanjab Barat.

Untuk daerah tetangganya, Tanjab Timur dikuasai dengan telak oleh PAN yang memang merupakan basis terbesar dengan perolehan lebih dari setengah yaitu 53,83 persen. Selebihnya diisi oleh PDIP dengan 10.48 persen, Golkar dengan perolehan 7.53, dan PBB yang secara mengejutkan mengisi urutan keempat dengan perolehan 6.77 persen. Mereka yang berkemungkinan akan menjadi unsur pimpinan di Negeri Ujung Jabung ini.

Kota Sungai Penuh pada posisi pertama diisi oleh Demokrat dengan perolehan 25.12 persen. Hal ini bukanlah mengejutkan mengingat Walikota Sungai Penuh merupakan kader Demokrat. Urutan kedua diisi oleh PAN dengan perolehan suara 11.14 persen dan selanjutnya memperoleh suara 10.12 persen diperoleh oleh PKS. Selanjutnya ada PPP dengan perolehan suara 8.62 persen. Mereka yang berkemungkinan mengisi jabatan unsur pimpinan di Kota Sungai Penuh.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, perolehan suara untuk Kerinci tidak muncul di situng KPU RI. Penyebab dari hal ini tidak diketahui apakah memang belum dikirimkan atau memang tidak bisa masuk kedalam server dikarenakan faktor jaringan atau bahkan server down. Meskipun begitu, hasil ini tidak menjadi patokan yang bisa dijadikan landasan kebenaran, karena hasil sebenarnya ada di pleno KPU kabupaten/kota. (am)





Artikel Rekomendasi