Polda Terjunkan Satu Kompi Brimob Amankan Situasi Pemilu 2019 di Kerinci



Kamis, 18 April 2019 - 13:08:19 WIB



Kapolda Jambi Irjen Pol Muchklis AS saat mengecek anggota untuk pemangaman Pemilu 2019 beberapa waktu yang lalu
Kapolda Jambi Irjen Pol Muchklis AS saat mengecek anggota untuk pemangaman Pemilu 2019 beberapa waktu yang lalu

JAMBERITA.COM - Untuk antisipasi meluasnya kejadian pembakaran surat suara dan kotak suara pada 3 TPS di Sungai Penuh, serta pengeroyokan 1 orang Panwascam,  Polda Jambi menerjunkan satu Kompi Brimob Pamenang-Merangin ke Sungai Penuh hari ini (18/4).

Diterangkan Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, bahwa untuk antisipasi meluasnya kejadian tersebut, Polda Jambi mengirimkan pasukan ke Kerinci.

"Polda Jambi hari ini mengirimkan satu Kompi Brimob dari Pamenang-Kerinci. Kita antisipasi agar kejadian tidak meluas, ya semoga aman tidak terjadi apa apa lagi. Saya juga himbau kepada seluruh masyarakat di Provinsi Jambi, jangan mau terpancing provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab,"singkat Kabid Humas.

Untuk diketahui, kerusuhan terjadi pada pelaksanaan Pemilu 2019 di Kerinci-Sungai Penuh. Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pesisir Bukit, Kota Sungaipenuh, dikeroyok oleh massa yang diduga pendukung salah satu Calon Legislatif (Caleg) dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kota Sungai Penuh.

Aksi penganiayaan ini terjadi di TPS 2 Desa Kota Bento, Kecamatan Pesisir Bukit, sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis (18/4) dinihari. Saat itu korban Suardi, tengah melakukan tugasnya sebagai Panwascam Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh.

Ketua Bawaslu Sungai Penuh, Jumiral Lestari mengatakan, awalnya Suardi bersama  3 orang staf mendatangi TPS 2 Desa Koto Bento, karena disinyalir ada warga buat rusuh di TPS, dan memprovokasi massa untuk membakar kotak suara.

"Nah pada saat Suardi mengeluarkan HP untuk merekam, tiba-tiba ada yang memukul dan terjadilah pengeroyokan dan penganiayaan," ungkap Jumiral.

Mendapat informasi tersebut, ketua Bawaslu langsung ke TKP dan melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.

"Tadi langsung kita lapor ke polres dan kita antar ke RS untuk visum, pihak kepolisian dan pimpinan Bawaslu Provisi juga sudah turun ke lokasi," kata Jumiral.

Karena tidak hanya melakukan penganiayaan, di tempat lain ada massa juga membakar kotak dan surat suara.

"Surat suara dan kotak suara di 3 TPS dibakar. Sekarang kasus dilaporkan ke polisi, dan korban juga sudah divisum," pungkasnya.(sm)



Artikel Rekomendasi