JAMBERITA.COM - Melihat potensi pertanian kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang cukup menjanjikan, dimana Tanjab Barat berperan sebagai penyuplai kelapa dalam jumlah yang tak sedikit.
Bahkan data dari BPS tahun 2017, menyebutkan jika jumlah kebun kelapa di Tanjabbar terluas se-provinsi Jambi, yakni mencapai 58.521 hektare. Sedangkan Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia, di atas Filipina, India, Srilanka dan Brazil.
Menurut BPS, Tahun 2017 kelapa menempati areal seluas 3,65 juta hektare atau 14,58 persen dari 25,05 juta hektare total area perkebunan di Indonesia, dengan total produksi sebesar 2,87 juta ton.
Kementrian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jendral Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian tidak tinggal diam dengan turun langsung berusaha mengembangkan dan menggenjot keberadaan Industri Kecil dan menengah (IKM) kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Direktur IKM Logam, Mesin Elektronika dan Alat Angkat Kemenperin, Endang Suwartini, mengatakan, kegiatan pengembangan IKM kelapa terpadu di kabupaten terdiri dari tiga jenis kegiatan utama.
Terdiri dari pengembangan produk pangan berbasis kelapa, pengembangan IKM arang tempurung, dan peningkatan kemampuan IKM permesinan teknologi tepat guna (TTG) pendukung pengolahan kelapa.
"Kegiatan pengembangan IKM kelapa terpadu di Kabupaten Tanjab Barat ini dilakukan guna meningkatkan nilai tambah komoditi kelapa melalui diversifikasi produk olahan kelapa maupun pengolahan produk sampingannya," terang Endang Suwartini, di Aula Kantor Bupati Tanjab Barat, Senin (8/4/2019).
Dikatakan Endang, kegiatan pengembangan produk pangan dilakukan melalui bimbingan teknis pengembangan yang dilakukan pada 25 orang industri kecil. Pihak kementrian juga akan memberikan peralatan IKM pengolahan minyak kelapa, seperti mesin parut dan mesin peras santan.
Sementara untuk pengembangan IKM arang tempurung dilakukan pada 20 orang industri kecil. Termasuk juga pemberian alat, berupa mesin pembakar tempurung kelapa. Sedangkan untuk peningkatan IKM permesinan teknologi tepat guna terdiri dari pemberian alat bendung plat, bendung pipa, potong plat, rahim dan genset.
Bupati Tanjab Barat, Dr Ir H Safrial MS menyambut baik kedatangan Direktorat Kementerian Lerindusterian (Kemenperin) ke Kabupaten Tanjab Barat.
"Perlu diketahui bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat terdapat sekitar 5000 hektare dengan produksi sekitar 5000 ton Kelapa Dalam per tahun. Sehingga apa yang kita bicarakan dalam pertemuan ini adalah harapan kita bersama, baik pemerintah maupun masyarakat untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama," kata Bupati Tankabbar, Safrial.
"Karena itu, kita mengharapkan dalam pengembangan IKM Kelapa ini dapat berjalan dengan baik dan sinergi yang baik antara masyarakat petani, induastri dan dinas terkait," ujar Bupati. (adv/Henky)
Rapat Paripurna Keempat DPRD Tanjab Barat Sampaikan Rekomendasi Strategis
Wakil Ketua DPRD H. M. Sjafril Simamora Ikut Pantau Proses Assessment JPT Pratama Tanjab Barat
Bupati Anwar Sadat Pantau Uji Kompetensi JPT Pratama Pemkab Tanjabbar di LAN Jatinangor
Petugas Sosdukcapil Selesai Perekaman e-KTP di Sarolangun, Ini Hasilnya
Wako AJB Dorong Komunitas Tionghoa Berperan Aktif Bangun Daerah
Billboard Bergambar Hj Rahima Ambruk, Warga Minta Dinas Terkait Segera Perbaiki


Genjot Kinerja Pembinaan Hukum, Kakanwil Jajaran Ikuti Arahan BPHN


