Tolok Ukur Memilih Pemimpin di Pemilu 2019



Senin, 18 Maret 2019 - 08:50:03 WIB



Oleh Rahmat Hidayat*

TINGGAL 30 hari lagi, Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) pada Rabu, 17 April 2019. Ini adalah pemilu serentak yang pertama kalinya di lakukan di 34 Provinsi, 415 Kabupaten dan 93 kota di Indonesia. Dasar yang menjadikan pemilu serentak ini yaitu UU No 7 tahun 2017, dimana masyarakat akan memilih calon anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, DPD, Presiden dan Wakil Presiden.

Pada pemilu tahun ini sama-sama kita lihat bahwa situasi politik sedang memanas, mulai dari berita Hoax, Hate Speech, Black Campaign dll. Hal ini terjadi salah satunya dikarenakan asas rahasia tidak lagi diterapkan, semua pada sibuk mencari-cari kesalahan lawan dan mencari pembenaran idolanya.

Provinsi Jambi yang terdiri dari 11 Kabupaten/Kota termasuk salah satu Provinsi di Indonesia yang akan memeriahkan pesta demokrasi tahun ini. Tidak sedikit orang mengajukan diri untuk menjadi calon anggota legislatif (caleg), baik itu di DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan DPD. Dengan bahasa klasik yang mereka gadangkan yaitu akan memperjuangkan hak-hak rakyat dan sebagai penyambung lidah. Bagus, hal ini menandakan bahwa demokrasi kita sudah mulai maju yaitu dengan tingginya minat masyarakat untuk menjadi peserta pemilu.

Dengan banyaknya yang mencalonkan diri sebagai caleg tentu ini akan menjadi dilema bagi pemilih untuk menentukan pilihan. Lalu apa yang menjadi tolok ukur untuk memilih para pemimpin ini, karena tidak sedikit juga mereka menjadi caleg hanya untuk memenuhi kuota partai yang nyatanya tidak punya kredibilitas dan rekam jejak yang mendukung. Paling tidak ada kriteria umum yang dapat dijadikan untuk memilih seorang caleg diantaranya:

  1. Kecerdasan intektual

Kecerdasan intelektual tidak hanya dibuktikan dengan tumpukan ijazah atau gelar dibelakang nama. Tapi bagaimana ia menjawab permasalahan yang ada dimasyarakat. Kita bisa lihat kecerdasannya saat berbicara atau kampanye, bagaimana bahasa yang digunakan apakah berbobot, baik dan tegas, apakah janji yang ia tawarkan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini dan langkah rasional apa yang mampu diterima oleh masyarakat.

Kecerdasan berpikir caleg akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Karena tugas dasarnya membuat peraturan, pengawasan dan menyusun anggaran.

  1. Mental bicara

Kemampuan caleg berkomunikasi itu menjadi hal yang penting, karena kemapuan dia beretorika sangat dibutuhkan diparlemen. Kata parlemen sendiri berasal dari kata parler yang artinya “untuk berbicara”. Sangat lucu jika perwakilan rakyat tapi tidak bisa berbicara, padahal itu modal dasar untuk mempertahankan akal sehatnya ketika sidang.

Mental bicara caleg dapat dilihat  saat dia berbicara depan umum atau kampanye, seperti percaya diri, tidak terbatah-batah, menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat, sesuai fakta atau data, suara tegas dan jelas.

  1. Jiwa sosial

Kepedulian sosial dalam diri caleg merupakan hal yang sangat penting. Ketika jiwa sosialnya tinggi dapat dipastikan caleg ini orang yang dekat dengan rakyat, karena untuk dekat dengan rakyat diperlukan pembicaraan dan pembicaraan hadir karena adanya pertemuan.

Jiwa sosialnya dapat kita lihat dari awal bermasyarat, apakah sebelum menjadi caleg merakyat ? ataukah menunjukkan kepeduliannya ketika dia menjadi caleg saja ?

  1. Rekam jejak

Rekam jejak caleg perlu diketahui untuk mengetahui sejauh mana pengalam dan kemampuan ia selama ini. Jangan sampai kita memilih caleg mantan koruptor atau pernah melakukan tindakan yang melanggar hukum (dipenjara).

Kita bisa melihat rekam jejaknya melalui media sosial (fb,ig,twitter), tentang  ucapan, foto, video yang sering diunggah dan bertanya pada masyarakat dilingkungan sekitarnya.

  1. Ke Imanan

Ke imanan seorang caleg bisa menjadi tolok ukur mengenai kepedulian dia terhadap lingkungan. Sejauh mana dia taat pada ajaran agamanya, jujur, amanah, mengajak pada  kebenaran dan mencegah keburukan. Berapa banyak pemimpin yang cerdas bergelar tapi masuk penjara ? Kalau pemimpinnya ber ilmu tapi tidak beriman maka tunggulah kehancuran.

Menurut Sun Tzu dalam buku “The Art of War” ada tiga hal dasar yang perlu diketahui sebelum berperang: pertama, tau kekuatan diri sendiri. kedua, tau kekuatan musuh dan ketiga tau medan tempur. Kalau berbicara medan tempur tentu berbicara wilayah, kalau pemilu berarti bicara daerah pilihan (dapil). Kalau caleg tidak tahu wilayahnya, jumlah penduduk, potensi wilayah, apa yang harus diperbaiki, dan tidak tau apa yang masyarakat butuhkan mending pikirkan lagi, kasian masyarakat.

Mari sama-sama kita peduli pada Negara ini dengan memilih pemimpin yang tepat, kesalahan memilih tentu akan menimbulkan risiko untuk 5 tahun kedepan. Jangan lagi berpikir siapun pemimpinnya kami tidak peduli, kalau malas tetap saja hidup akan susah. Tidak sepenuhnya benar, mau sesubur dan sebanyak apapun hasil kebun kalau harga jualnya murah tetap susah. Harga sawit, getah karet, kebutuhan pokok itu ditentukan oleh kebijakan politik dan itu ditentukan oleh mereka yang nanti menjabat. Jangan terlalu egois.(*)

*Ketua Umum IMABA

 

 

 

 

 

 










loading...










#DEBAT KANDIDAT PILWAKO #BAKSO TARSYID #SIDANG SUPRIYONO #PLN #DEBAT PILWAKO 1 #ZOLA DIPERIKSA KPK #BATU BARA #VONIS KETOK PALU #ZUMI ZOLA TERSANGKA #SAROLANGUN #MUARO JAMBI #MERANGIN #Miss Indonesia 2019 #Nenek Zumi Zola Meninggal #BUNGO #BERITA JAMBI #BATANGHARI #cawagub fachrori #caleg PBB Jambi mundur #ZUMI ZOLA #LHKPN #KOTA JAMBI #KERINCI #korem 042/gapu #Kemas Faried #Fachrori Rombak Pejabat #danrem 042 Gapu #SUNGAI PENUH #SUAP KETOK PALU #surat suara Jambi #abdul Fattah meninggal #PRABOWO KE JAMBI #Pemberhentian Zumi Zola #TEBO #TANJABTIMUR #TANJABBARAT #TMMD Kerinci #TABLOID INDONESIA BAROKAH #Rocky Gerung #relawan demokrasi #REKI #Edi Purwanto #UIN STS Jambi #Pelecehan seksual #bawaslu provinsi jambi #Debat Pilpres 4 #Pahlawan nasional #Raden Mattaher #Partai Berkarya #KKI WARSI #pohon asuh #Edi Purwanto #iin inawati #Jambi masa lalu #Sejarah jambi #Musri Nauli #angin kencang Bungo #Kantor Pos Bungo Diterjang Angin #Syaihu ke PTUN #Demo UINS STS Jambi #Pelecehan seksual #Penyelundupan Lobster #Lobster Jambi #masa tenang #money politic #BAWASLU KOTA JAMBI #SYARIF FASHA #FACHRORI UMAR #HASIL PILPRES 2019 #HASIL PILEG 2019 #17 April 2019 #Minyak ilegal #Polda Jambi #KPPS Dipecat #PEMILU 2019 #LOGISTIK PEMILU 2019 #KPU PROVINSI JAMBI #Caleg Gerindra Ditangkap di Sungaipenuh #Mualaf Center Indonesia #kotak suara rusak #Hasil Pileg Tanjabbar #KPPS Meninggal Dunia #Pembakaran Kotak Suara #Prediksi Kursi di Provinsi Jambi #Pleno Rekapitulasi Suara #Harga Bawang putih #PLENO KPU PROVINSI JAMBI #Sutan Adil Hendra #SIDANG PELANGGARAN BAWASLU #Ketua DPRD Kota Jambi #Kemendagri #Samsat Jambi #Ratu Munawarrah #PIlgub Jambi #Anggota DPRD pindah parpol #DPRD Sungai Penuh #aksi Mahasiswa Jambi #GUGATAN PARPOL DI MK #Polda Jambi