Oleh Nanda Prarama*
Debat cawapres yang yang di laksanakan dengan tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya telah digelar Minggu malam pada (17/3/2019). Tema ini tentu suatu yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia karena persoalan ini belum menemukan titik temu yang tepat untuk warga negara.
Ini terkait bagaimana kedua kandidat telah menyampaikan visi misi terbaik dari kedua pihak untuk mengentaskan persoalan di negara kita ini. Kedua pihak juga telah menyampaikan program-program yang bisa di gunakan dalam meminimalisir persoalan bangsa kita.
Cawapres nomor urut 01 banyak berdasarkan pengetahuan dan pengalaman selama dalam pemerintahan tentu memiliki banyak informasi dan data selama mengikuti lajur roda pemerintahan dan cawapres nomor urut 02 banyak mengeluarkan pernyataan yang disampaikan berdasarkan fakta lapangan saat terjun langsung dalam menyerap aspirasi rakyat.
Debat dilaksanakan dalam beberapa sesi dimulai dari pendidikan sampai budaya. Tentu kedua cawapres dalam memberikan solusi dengan visi misi tidak lain juga sama sama ingin meningkatkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Mulai dari program dalam peningkatan mutu pendidikan, ekonomi kreatif hingga dalam mengentaskan pengangguran dengan menawarkan banyak pelatihan sampai mengeluarkan kartu Pra Kerja. Usaha ini perlu kita apresiasi dan kita kawal hingga terealisasi.
Ada hal yang agak terlupakan dibahas dalam debat yang sangat prinsipil dan urgen yaitu mengenai REVOLUSI MENTAL. Apapun programnya, sebagus apapun solusi dalam meningkatkan kesejahteraan kalau mental dari individunya masih bermasalah maka program yang direalisasikan tidak akan berjalan dengan baik sehingga tujuan yang di harapkan jauh panggang dari api.
Kalau hal ini belum terbangun, tentu timbul pertanyaan dalam pikiran kita kesejahteraan apa yang akan dicoba untuk dibangun kalau mental mayoritas kita masih dipenuhi hasrat keserakahan ?
Kita melihat fenomena di negara kita ukuran sejahtera itu bukan lagi terpenuhinya kebutuhan primer dan sekunder tapi menuntut pemenuhan hingga kebutuhan tersier.(*)
*Sekretaris DPD IMM Jambi


Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Kembali Ditahan di Rutan Jambi


