Butuh Biaya Berobat, Komunitas Kawan Jambi Minta Kemudahan dari Pemerintah Untuk Penanganan Lisuhadi



Kamis, 14 Februari 2019 - 19:00:54 WIB



Pasien yang hanya bisa berbaring miring dan kini tak bisa lagi BAB
Pasien yang hanya bisa berbaring miring dan kini tak bisa lagi BAB

JAMBERITA.COM - Salah satu warga RT.9 RW 05 Kecamatan Pemenang Kabupaten Merangin Provinsi Jambi yakni, Lisuhadi butuh bantua. Lisuhadi diduga menderita ambien. Bahkan, saat dilihat keluar ambien yang ukurannya lebih besar kepalan orang dewasa dengan warna merah muda.

Pendiri Komunitas Kawan Jambi Rica Fajar Sari yang mendapat informasi dari pihak keluarga langsung mengajak warga Jambi untuk memberikan bantuan. Lisuhadi hanya buruh tani dan keluarga tidak mampu.

Dengan kondisi saat ini, Ia sudah tidak bisa buang air besar dan hanya terbaring menahan sakit."Mau dibawa ke Jambi belum ada biaya, sedangkan sekarang pasien sudah tidak bisa buang air besar dan tidak bisa bergerak," ungkapnya kepada jamberita.com Kamis (14/2/2019).

Untuk itu, atas komunitas kawan jambi serta dengan rasa kepedulian berharap Lisuhadi dapat segera ditangani media serta mendapat kemudahan dari pihak pemerintah. "Berharap, pasien dapat segera dirujuk ke Jambi walau belum memiliki BPJS, karena masa aktif BPJS masih 2 minggu lagi," terangnya.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga Rica menjelaskan, bahwa pasien bekerja serabutan dengan memotong karet pemilik kebun, dengan berpenghasilan kurang lebih 50ribu/hari disamping memotong karet, dia juga narik penumpang (ngojek).

"Tindakan yang harus dilakukan adalah operasi dengan biaya puluhan juta. Sudah dua rumah sakit dirujuk semua mengatakan tidak sanggup, pertama Puskesmas Pamenang dan RSUD Kolonel Abun Jani," ungkapnya.

Lisuhadi berusia 40 tahun, kelahiran pemenang pada 17 juli 1977 silam, berlamat di Kel Pamenang rt 9 rw 05 kec Pamenang Kab Merangin, Pekerjaan buruh tani. Kalau diketahui itu Minggu 9 Februari 2019 kemarin.

"Posisi Lisuhadi mau menuju ke WC mau buang hajat, seketika dia batuk dan mendadak keluar dari dubur benjolan panjang dengan ukuran 30 CM, Dia merasakan sakit benjolan membesar dan memanjang, diagnosa dari dokter Ambeien parah," tambahnya.

Ketika dirujuk, terang Rica bahwa Dokter umum RS Kolonel Abun Jani Bangko tidak sanggup menangani dan memutuskan untuk dirujuk ke rumah sakit yang memiliki peralatan lengkap. "Dokter menyatakan penyakit langka, sebelumnya belum pernah menemukan penyakit seperti ini,"pungkasnya.(afm)



Artikel Rekomendasi