Puluhan Hydrant di Dalam Kota Tak Lagi Bisa Diandalkan



Rabu, 16 Januari 2019 - 14:49:03 WIB



JAMBERITA.COM - Puluhan sumur Hydrant di dalam Kota Kualatungkal, Tanjung Jabung Barat tak berfungsi dengan baik.

Total sebanyak 44 sumur hydrant yang dibangun di dalam Kota Kualatungkal itu diketahui tak berfungsi maksimal.

Ini diketahui saat beberapa kali akan memadamkan kobaran api saat terjadi kebakaran melanda rumah warga dalam Kota Kualatungkal.

Hal ini diakui Kepala Kantor Penanggulangan Kebakaran Tanjabbar Iswardi, sejak dibangun beberapa tahun lalu hingga kini tak bisa sepenuhnya bisa diandalkan saat terjadi kebakaran di dalam Kota Kualatungkal.

Sejauh ini, sumur hydrant hanya difungsikan saat mendinginkan bangunan pasca terbakar.

Kepala Kantor Penanggulangan Kebakaran Tanjabbar Iswardi mengatakan, padahal saat kebakaran terjadi perlu reaksi cepat.

Tindakan awal adalah menggunakan air yang ada di tangki armada. Jika berada di lokasi padat penduduk terpaksa menggunakan air genangan, anak sungai dan lumpur dengan menggunakan mesin portabel.

"Kalau kita mengandalkan sumur hydrant perlu waktu lama. Harus disedot dulu, sementara kita dituntut cepat memadamkan api," kata Iswardi, Rabu (16/1/2019).

"Sebenarnya kita terus merawat sumur hydrant, dalam sebulan ada yang kita tes. Pakai mesin sedot baru bisa keluar airnya," sambungnya.

Hanya saja, kendala lain, lanjut Iswardi, saat kebakaran terjadi di pemukiman padat penduduk, dengan gang yang sempit  menyulitkan armada damkar masuk ke lokasi kebakaran. Untungnya, damkar memiliki mesin portabel yang bisa dibawa ke areal padat penduduk.

Mendapati kesulitan itu, kata Iswardi, kedepannya, Damkar Tanjabbar memiliki rencana untuk membangun kolam-kolam di tengah padat penduduk, gunanya sebagai persediaan air saat insiden kebakaran terjadi.

"Intinya jangan sampai kita kehabisan air, karena kesulitan kita masyarakat belum siap menyediakan tempat bak penampungan air," pungkasnya.(Hengky)




Tagar:


Artikel Rekomendasi