Tantangan Pemuda Indonesia di Abad 22



Selasa, 01 Januari 2019 | 22:34:03 WIB



Oleh : Panji Oktaviansyah

 

Memasuki abad ke-22 adalah hal yang tidak bisa terelakkan lagi, saat bumi semakin tua dan semesta semakin rapuh usianya. Namun pada saat yang sama kecanggihan dan kemajuan teknologi terus berkembang seperti halnya fase industri yang berawal dari 1.0 sampai dengan 4.0. Dari hal yang tidak pernah terpikirkan oleh manusia di masa lalu,  sekarang telah mewujud nyata pada kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan dan kemajuan senantiasa menunjukkan eksistensinya, maka manusia sebagai brainware harus mengedepankan kepentingan sosial masyarakat agar tidak terjerumus pada kesesatan teknologi yang dapat memberikan efek negatif bahkan menjadi efek domino yang terus berjalan tanpa ada yang memutuskan rangkaiannya.

Semangat menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang dan perubahan sosial harus dimiliki setiap individu, tidak terkecuali bagi mereka yang berada pada usia produktif seperti pemuda pemudi yang memiliki pemikiran tajam dan analisa yang matang. Kelompok ini tidak boleh lagi antipati dan tutup mata terhadap situasi perubahan zaman yang membawa pada keburukan seakan akan itu bukan bagian dari tanggung jawab mereka.

Pemuda harus siap menghadapi kondisi bonus demografi saat usia produktif meningkat dibandingkan usia non produktif. Menurut data World Health Organization (WHO) usia yang dikatakan produktif adalah 15 sampai 64 tahun.

Idealnya, saat seorang pemuda melihat fenomena dan kondisi zaman yang sedang dan akan terjadi tidak lagi mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab, karena hakikatnya itu adalah tanggung jawab setiap individu, khususnya yang tergolong dalam usia produktif. Apalagi jika bonus demografi dan perkembangan teknologi dimanfaatkan dengan optimal maka dapat menjadi efek yang sangat baik bagi perkembangan zaman maupun suatu negara. Tentunya dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas baik dan semangat untuk beraktivitas yang produktif sehingga berdampak pada perubahan yang baik pula.

Pemanfaatan teknologi dengan baik adalah salah satu cara untuk berekspresi menyambut datangnya abad ke-22 dan awal dari bonus demografi. Salah seorang anggota DPR RI Komisi IX Surya Chandra mengatakan bahwa bonus demografi akan terjadi pada tahun 2020-2030 yang berarti sudah di depan mata.

Di Indonesia, teknologi bukanlah hal baru, melainkan sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari hari. Namun, tetap harus diperhatikan sisi penggunaannya. Menurut Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Kominfo Freddy H Tulung, Indonesia adalah negara tertinggi di urutan keempat dalam hal mengkonsumsi teknologi secara aktif. Untuk itu masyarakat harus lebih bijak dalam pemanfaatan teknologi. Terlebih lagi Indonesia akan menggelar pemilihan umum, mulai dari legislatif daerah hingga pusat sampai pemilihan presiden dan wakil presiden. Semuanya akan terjadi di awal abad ini.

Maka sudah seharusnya kita sebagai masyarakat terutama para pemuda atau kaum intelektual yang berusia produktif mampu menggunakan teknologi informasi untuk hal yang lebih baik dan bermanfaat. Misalnya menyampaikan berbagai informasi dan fakta terkait pemilihan umum tahun 2019.

Kesimpulan yang ingin penulis sampaikan adalah agar pemuda pemudi Indonesia yang berada pada usia produktif harus lebih cermat lagi dalam menyambut bonus demografi, untuk Indonesia lebih maju. Tentunya dengan dorongan dan dukungan pemerintah. Caranya bisa dengan pemanfaatan teknologi sebagai ujung tombak penyampaian informasi yang benar dan transparan pada publik sehingga tidak terjadi miss komunikasi.

Pemuda Indonesia juga bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk meraup keuntungan finansial. Teknisnya dengan cara menelurkan gagasan atau gebrakan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Ini semua harus berawal dari pemuda yang memiliki tanggung jawab terhadap dirinya, orang lain dan dunianya.(*)





loading...








Jalan Dibuka Satgas TMMD, Desa Bakal Ramai

Jalan Dibuka Satgas TMMD, Desa Bakal Ramai

Selasa, 19/03/2019 10:44:32