JAMBERITA.COM, MUARABULIAN - Open Defecation Free (ODF) merupakan kondisi ketika setiap individu dalam sebuah komunitas tidak lagi melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Karena apa? BABS merupakan perilaku yang tidak sehat yakni membuang kotoran atau tinja di ladang, hutan, semak- semak, sungai, pantai, dan areal terbuka lainnya. Nah, hal tersebut akan mengakibatkan lingkungan sekitar tercemar.
Pembuangan tinja sembarangan tersebut memang sangat berpengaruh terhadap penularan berbagai macam penyakit seperti diare. Anak- anak yang sering diare akan menjadi stanting. Sehingga untuk memutus rantai penularan tersebut suatu wilayah harus berstandar ODF.

Untuk mencapai wilayah desa yang berstandar ODF, ada beberapa karakteristik, diantaranya masyarakat telah BAB di jamban yang sehat, ada peningkatan kualitas jamban yang ada, dan adanya mekanisme monitoring peningkatan kualitas jamban.
Untuk Kabupaten Batanghari hingga saat ini terdapat 57 desa yang telah menggapai ODF. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Batanghari, dr. Elfie Yennie, Mars, Jumat (23/11) sekira pukul 17.00 wib.
“Kabupaten Batanghari pada akhir tahun 2016 hanya menggapai 4 desa yang ODF, memasuki tahun 2017 kita telah menggapai 31 desa yang telah ODF. Sedangkan tahun 2018 ini sebanyak 26 desa, jadi totalnya 57 deas telah berstandar ODF,” ujar Kadinkes.
Adapun desa yang telah menggapai ODF pada tahun 2017 lalu yaitu di wilayah kecamatan Bajubang yakni Desa Batin, Ladang Peris, Mekar Jaya, Petajen, Sungkai, dan Mekar Sari Ness. Di wilayah kecamtan Batin XXIV yakni desa Mata Gual, Paku Aji, dan Simpang Karmeo. Sedangkan Kecamatan Maro Sebo Ilir yakni desa Karya Mukti dan desa Tidar Kuranji.
Untuk wilayah Kecamatan Mersam yakni Desa Simpang Rantau Gedang, Belanti Jaya, Bukit Harapan, Bukit Kemuning, Simpang Rantau Gedang, Sungai Puar, dan Tapah Sari.
Di kecamatan Muara Bulian yakni Desa Aro, Muaro Singoan, Olak, Rambahan, Sridadi, dan Sungai Buluh. Di wilayah Muara Tembesi ada tiga desa yakni Ampelu Mudo, Suka Ramai dan Kampung Baru. Sementara di kecamatan Pemayung yakni Desa Awin, Kaos, Simpang Kubu Kandang, Kampung Pulau.
Pada tahun 2018, untuk wilayah kecamatan Maro Sebo Ulu terdapat dua desa yakni Rawa Mekar dan Mekar Sari. Di kecamatan Mersam terdapat dua desa juga yakni Tanjung Putra dan Sengkati Muo.
Sementara di Kecamatan Muara Tembesi yakni Rantau kapas Mudo, Pelayangan, Pasar Muara Tembesi, Pematang Limo Suku, Kampung Baru km 5, Tanjung Maruwo, dan Jebak.
Di kecamtaan Batin XXIV yakni Simpang aur Gading, Olak Besar, Muara Jangga, Simpang Jelutih, Hajran, Terentang Baru. Di kecamatan Muara Bulian yakni Simpang Terusan, dan Singkawang.
Di Kecamatan Pemayung terdapat tiga desa yakni Tebing Tinggi, Lubuk Ruso, Kubu Kandang, dan Selat. Selanjutnya di kecamatan Maro Sebo Ilir yakni Desa Bulian Jaya dan Bukit Sari. Terakhir di Kecamatan Bajubang yakni desa Penerokan.
Dikatakan Kadinkes, untuk ODF sendiri Kabupaten Batanghari urutan 32 seluruh kabupaten SseIndonesia.
“ Kita urutan 32, nah untuk tahun 2019 nanti saya mempunyai target 30 desa yang mencapai ODF itu, karena program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pusat 2019 nanti seluruh desa harus ODF,” katanya.
Untuk itu pihak Dinkes kabupaten Batanghari akan terus mendorong masyarakat untuk menggunakan sanitasi yang layak sehingga desa ataupun kelurahan tersebut dinyatakan ODF.
“ STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN,” tegas Kadinkes.
Ketersediaan jamban yang diakses masyarakat di desa memang menjadi salah satu indikator penting.
“Bisa juga satu jamban yang sehat tersebut diakses oleh dua keluarga (KK). Jadi seluruh masyarakat telah mempunyai akses jamban yang sehat baru itu bisa dikatakan ODF,” demikian Kadinkes. (mel)
Bungo Jawara Panjat Tebing dengan 19 Medali, Kerinci Runner up
Jalan Tiga Desa di Merangin Ini Seperti Kubangan Kerbau, Kades Pinta Pemkab Bertindak
Pamenang Selatan Juara Umum MTQ ke-47, Pangkalan Jambu Terbaik Pawai Ta’aruf
H Al Haris Lepas Kontingen Merangin Ikuti Porprov Jambi ke-22 di Kota Jambi
Wabup Merangin Ingatkan Komitmen OPD Susun RKA 2019 dan Renstra 2019-2023
PUTR Jambi Dukung Penuh Usulan Pembangunan Jalan Dua Jalur Mendalo

