JAMBERITA.COM - Banjir yang melanda di beberapa tempat Kota Jambi menjadi permasalahan serius Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam akhir-akhir ini.
Selain faktor anggaran, perilaku manusia yang masih membuang sampah sembarangan juga menjadi faktor utamanya. Selain itu juga beberapa saluran drainase di Kota Jambi dinilai belum permanen.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Jambi, Yunius menjelaskan bahwa tahun 2019 mendatang anggaran dana untuk perbaikan drainase tidak banyak.
"Justru angkanya turun dari tahun 2018. Tahun 2019 tidak sampai Rp11 miliar, sebelumya mendekati angka Rp30 miliar," katanya kepada awak media.
Dia melanjutkan tahun depan pihaknya akan fokus pembersihan pada jalur tersier. Selain itu juga akan ada penggantian box culvert di permukiman penduduk.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Junedi Singarimbun mengatakan bahwa pihaknya akan merekomendasikan kepada Walikota Jambi untuk tahun 2020 harus fokus pembangunan drainase.
"Tahun 2020 kita minta fokus drainase. Untuk pembangunan jalan stop dulu karena jalan sudah banyak yang bagus dan ini tidak berimbang," katanya. (Cpm)
Menang di Izin Lokasi, Abunyani Kembali Kalahkan Pemkab Tanjab Timur atas IMB PT MJSL
Kunjungan Ke Papua Nugini, Ihsan Yunus: Indonesia Harus Jalin Kerjasama Yang Lebih Strategis
Polda Kerahkan Ratusan Personil Sambut Kedatangan Wapres JK di Jambi
75 KSK BPS Provinsi Jambi Ikuti Training AMT, Begini Suasananya
Kadis Koperasi Pengganti Harmen Tak Ikut Dilantik, Sekda: Kita ikuti dulu ke PTUN Sampai Kemana,
Wagub Sani Lepas 442 JCH Kloter BTH 22 Jambi, Doakan Keselamatan - Keberkahan



