REMBANG – Selain Prajurit TNI bersama warga yang bergotong royong, terdapat pemandangan lain dalam pelaksanaan pembangunan jalan di wilayah Desa Pasedan Kecamatan Bulu, oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Tahun 2018, Kabupaten Rembang. Setiap pulang sekolah, anak-anak yang duduk di bangku SD menyaksikan para prajurit bekerja melaksanakan tugasnya. (21/10)
Sepertinya kehadiran prajurit TNI menjadi sesuatu yang menarik bagi mereka. Kemana Prajurit TNI melangkah, dengan kepolosan dan keluguannya, anak-anak SD yang baru pulang dari sekolah, mengerubungi para prajurit. Saat bersenda gurau dengan anak-anak, Serda Wiji mencoba melontar beberapa pertanyaan ‘iseng’, tentang cita-cita mereka kalau sudah besar. Awalnya Prajurit TNI bertanya kepada seorang anak, dan jawabannya si anak ingin menjadi tentara.
Penasaran, ingin tahu cita-cita anak yang lain, prajurit memberikan pertanyaan yang sama kepada beberapa anak. Ternyata jawabannya sama, menjadi tentara. Sampai semua anak yang bercengkerama dengan prajurit, ditanya, jawabannya semua mengatakan ingin menjadi tentara.
Ditanya alasan anak-anak yang ingin jadi tentara setelah ‘besar’ nanti, mereka menjawab ingin menjadi seperti ‘bapak’ tentara, karena ‘bapak’ tentara membantu semua orang.
Para prajurit tentunya berharap, tunas-tunas bangsa ini akan berkembang dan bertumbuh menjadi anak yang hebat, serta punya rasa patriotisme dan nasionalisme yang tinggi terhadap bangsanya. Dan juga, tidak terparuh oleh derasnya kemajuan teknologi dan informasi yang membawa pengaruh negatif bagi mereka.
Ketika Serda Wiji menyampaikan perihal ‘keluguan’ dan ‘kepolosan’ anak-anak di Desa Pasedan ini, kepada Hamid, pelanggan warung es lilin di Dukuh Ngotoko, yang juga putera purnawirawan TNI, dia memberi komentar yang tidak kalah lugunya.
“Kalau semua jadi tentara, siapa yang jaga warung ini nanti?” ujarnya sembari tertawa. (0720)
Dilaporkan oleh Nur Khamid, Kodim 0720/Rembang
Karhutla di Wilayah Koramil 416-06/MB Berhasil Dipadamkan, Situasi Aman dan Kondusif


