Heboh soal Peluru Nyasar di Gedung DPR RI, Ini Tanggapan Ihsan Yunus



Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:03:43 WIB



Ihsan Yunus (kanan)
Ihsan Yunus (kanan)

JAMBERITA.COM - Baru baru ini publik gempar oleh peristiwa dua peluru yang menyasar ke Gedung DPR.

Namun, peresriwan ini kembali terjadi pada Rabu, 17 Oktober 2018. Kegemparan yang nyaris sama berulang.

Apabila Senin lalu ruangan dua anggota DPR atas nama Bambang Hari (Fraksi Golkar) dan Wenny Warouw (Fraksi Gerindra) yang terkena proyektil, kali ini ditemukan proyektil di ruangan dua anggota lainnya atas nama Vivi Sumantri Jayabaya (Fraksi Demokrat) dan Totok Daryanto (Fraksi PAN).

Sampai saat ini, kepolisian menyimpulkan proyektil yang ditemukan di ruangan Vivi dan Totok adalah masih dampak dari penembakan pada Senin, 15 Oktober 2018 lalu alias tidak ada indikasi penembakan baru.

Kepolisian sendiri telah menyatakan bahwa rangkaian penembakan tersebut buah dari peluru nyasar. Dua orang sudah menjadi tersangka yang disebut merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sedang mencoba senjata di Lapangan Tembak Perbakin, Senayan. Kedua orang tersebut terancam dijerat pidana larangan membawa senjata tanpa izin dalam Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman dua puluh tahun penjara.

Ditemui untuk diminta tanggapannya terhadap peristiwa penembakan ini, Ihsan Yunus, Anggota DPR dari Dapil Jambi, Fraksi PDI Perjuangan, menyatakan pendapatnya atas penembakan ini. “Saya menyoroti lapangan tembak Senayan yang sebenarnya tidak memenuhi syarat keamanan sebagai tempat latihan menembak. Saya juga merasa Standard Operating Procedures (SOP) orang yang latihan menembak harus diperkatat seperti janganlah sampai orang yang baru pertama kali pegang senjata dilepas begitu saja tanpa instruktur, itu sangat berbahaya. Senjata yang dipakai juga harus diperiksa secara teliti sebelum dipakai. Saya juga heran kenapa senjata yang dimodifikasi dibawa masuk ke tempat latihan. Ini nggak benar,” ujarnya.

Ihsan yang juga duduk pula sebagai anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR dalam alat kelengkapan dewan menolak usulan untuk membuat gedung DPR anti peluru. “Terlalu berlebihanlah kalau gedung DPR harus pakai kaca anti peluru. Itu berpeluang menciptakan pemborosan anggaran. Lagipula inti masalahnya bukan itu tapi soal pengawasan penggunaan senjata api termasuk lokasi latihan menembak yang tidak layak dan SOP-nya yang tidak ketat,” ujar Ihsan lebih jauh.(*/sm)



Artikel Rekomendasi