Misteri Gua Lowo Dan Dua Makam Saudara



Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:41:41 WIB



REMBANG – Tidak banyak yang tahu, tentang Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu ternyata memiliki potensi alam mengagumkan. Meski letak geografisnya berada di kawasan terpencil tengah hutan, perbatasan antara Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Blora, tetapi Dukuh ini mempunyai daya tarik tersendiri untuk dikunjungi.

Potensi yang masih terpendam dan belum terekspos itu berupa hasil buah durian, makam kakak beradik yang dipercaya dulunya murid Pangeran Diponegoro dan 4 buah gua.

Kusman (Kepala Desa Pasedan) menjelaskan, buah durian Ngotoko sudah cukup terkenal, memiliki rasa manis dan legit. Pihaknya ingin membuat kawasan agrowisata, dengan mengoptimalkan lahan milik desa, bekas SD N II Pasedan yang telah lama diregrouping. Agrowisata tersebut nantinya akan digabungkan dengan wisata religi dan wisata alam Gua Lowo. Kebetulan terdapat 4 buah gua, tapi yang paling besar adalah Gua Lowo.

“Disebut Gua Lowo, karena banyak kelelawarnya. Saat masuk paling depan memang sempit, tapi setelah sampai kedalam luas sekali. Di lokasi ini air bawah tanahnya juga besar, antar gua yang satu dengan gua lainnya berjarak +1 Km. Pihak kecamatan sudah pernah ke sini survei kok, “ kata Kusman.

Terkait wisata religi, menurutnya di Dusun Ngotoko ada makam kakak beradik, Surogino dan Surogendogo. Berdasarkan cerita turun temurun, keduanya murid Pangeran Diponegoro yang mengasingkan diri, saat dikejar pasukan penjajah Belanda.

“Jaraknya tidak terlalu jauh dari kampung kok. Saya pikir kalau potensi – potensi ini diberdayakan, akan mampu menjadi daya tarik warga luar desa untuk mau datang ke Ngotoko, “ terang Kusman.

Kusman menimpali akses jalan dari Desa Pasedan menuju Dusun Ngotoko, sebagian besar sudah diperbaiki melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler tahun 2018, sehingga dapat menunjang gagasan besar berikutnya. Tinggal mematangkan konsep kerja sama dengan pihak Perhutani.

“Jadi tanaman durian dan gua ini kebanyakan masuk cakupan wilayah Perhutani. Ketika konsep sudah jadi, kami ingin bicarakan lebih lanjut. Termasuk upaya bersih – bersih di sekitar lokasi warga siap mendukung pokoknya”, Imbuh Kusman. (0720)



Artikel Rekomendasi