REMBANG – Berbagai cara orang mencari nafkah untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Ada yang berprofesi sebagai PNS, TNI, Polisi, Sopir, Tukang becak, Ojek, Nelayan, Petani, Pedagang dan lainnya. Hal itu dilakukan setiap orang baik laki-laki dan perempuan, seperti yang dilakukan Ibu Sumiati (38) asal Desa Pasedan.
Sudah hampir 5 tahun Sumiati bekerja sebagai pedagang sayur dan kue keliling, suaminya seorang petani mereka berdua saling membantu dalam mencari nafkah untuk kebutuhan hidupnya. Sejak ada Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Tahun 2018, yang digelar Kodim 0720 Rembang di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan Kecamatan Bulu ini menjadi momentum yang menyenangkan buat Sumiati.
Sumiati mengaku terbantu dengan kehadiran para anggota TNI yang membangun desanya, bukan hanya karena itu saja, tetapi karena jualannya lebih laris dibanding sebelum adanya TMMD.
“Dengan kehadiran bapak TNI di kampung kami, nantinya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat baik pedagang sayuran, buah-buahan, jajan pasar, nasi bungkus dan kebuthuan dapur maupun pedagang minuman serta pedagang bakso keliling yang biasanya mangkal di lokasi Desa Ngotoko," unngkap Ibu Sumiati.
Kehadiran para Satgas TMMD di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan memang berdampak positif bagi warga setempat. Mereka bisa berinteraksi dengan para prajurit dan juga bergotong royong dalam melaksanakan pembangunan. Terlebih bagi warga yang berjualan makanan dan minuman serta jualan kue dan lainnya. Pendapatan yang mereka terima semakin meningkat dibanding dari hari-hari biasanya sebelum ada TMMD. (0720)
Dilaporkan oleh Nur Khamid, Kodim 0720/Rembang
Strategi Kolaborasi Kanwil Kemenkum Jambi dan PLN, Dorong Pemanfaatan KI sebagai Aset Produktif


