JAMBERITA.COM- Kekayaan budaya yang dimiliki Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci kini sudah menggema di tingkat nasional.
Betapa tidak, satu demi satu seni budaya puncak Andalas mendapat pengakuan dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh pemerintah pusat.
Yang terkini, 5 (lima) budaya Kota Sungai Penuh kembali ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda yakni, Rangguk Kumun, Lapeak Koto Dian, Kenduri Sko, Ntak Awo dan Tari Iyo.
Sebelumnya, Tari Asek dan Tale Nek Jei sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Sedangkan untuk Kabupaten Kerinci Tari Ngagah Harimau dari Pulau Tengah dan Tari Tauh dari Lempur juga ditetap sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Sebelumnya Budaya dari Kabupaten Kerinci juga sudah ditetapkan sebagai WBTb oleh pemerintah seperti Tupai Jenjang dan yang lainnya.
Sertifikat Warisan Budaya Takbenda untuk 5 (lima) kebudayaan tersebut diberikan oleh Kementrian Pendidikan dan kebudayaan RI di Jakarta, Rabu (10/10/2018)
Penyerahan sertifikat Warisan Budaya Takbenda tersebut dilakukan Dirjen Kebudayaan, Hilman Farid kepada Gubernur Jambi, H. Fachrori Umar, pada acara apresiasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2018 di Jakarta.
Walikota H.Asafri Jaya Bakri (AJB) yang hadir pada acara tersebut, mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang sudah mempercayai cagar budaya Kota Sungai Penuh menjadi salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
"Kita tetap berkomitmen untuk mengembangkan dan memanfaatkan serta melakukan pembinaan terhadap warisan budaya tersebut sebagai kekuatan budaya dalam pembangunan," ucapnya.
Dalam acara yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta tersebut, Rangguk Kumun berhasil mendapat apresiasi dari kementrian pendidikan dan kebudayaan sebagai peserta tertua yang aktif membantu menjaga warisan budaya.
Sementara itu, tokoh Kerinci Sungai Penuh, Drs. H.A Murady Darmansyah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan Pemkab dan Pemkot Sungai Penuh bersama pegiat-pegiat seni budaya di wilayah paling barat Provinsi Jambi tersebut.
Dikatakan politisi Gerindra yang saat ini menjadi Caleg DPR RI dapil Jambi ini, tanpa ada usaha pantang menyerah dari pemerinrah dan pelaku seni budaya di Kerinci dan Sungai Penuh hasil ini tidak akan dicapai.
Untuk itu kata Murady, saat ini seni dan budaya Kerinci dan Sungai Penuh harus terus digalakkan agar tak hilang karena perubahan aman.
"Capaian ini luar biasa, ke depan pasti akan banyak lagi yang akan ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda oleh pemerintah pusat, maksimalkan pengambangan budaya di Kerinci dan Sungai Penuh, saya memberikan apresiasi yang setinggi,-tingginya," ujarnya.
Tidak hanya itu saja, Murady berharap setelah ditetapkan sebagai WBTb untuk dapat dipromosikan, dimanfaatkan, dijaga dan dilestarikan oleh warga Kerinci dan Sungai Penuh, umumnya Provinsi Jambi.
Kedepan budaya Kerinci dan Sungai Penuh yang sudah terdaftar di WBTB bisa diusulkan ke Unesco sebagai warisan dunia. (*/sm)
Road Show Pendidikan Politik, KOPIPEDE Ajak Mahasiswa STIKBA Sukseskan Pemilu Serentak 2019
Nikmati Jajanan Kaki Lima di UI Salemba, Agus Roni: Ingat Masa Kuliah
Soal Penertiban APK oleh Bawaslu, Ihsan Yunus: Kami Siap Taat Aturan Main Kampanye
Tim 11 Kabupaten/Kota Sudah Terdaftar di KPU , Agus Roni: Suara Jokowi Bakal Melonjak dari Pilpres
Soal Maraknya Hoax di Tahun Politik, Ihsan Yunus: Mari Bertabayyun


Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi Terus Pantau Perkembangan Perkara PT PAL



