JAMBERITA.COM - Memasuki awal bulan Oktober 2018 ini masih terdapat luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mencatat telah melakukan 2.900 kali bom air menggunakan Helikopter untuk memadamkan api.
BPBD Provinsi Jambi dalam penanganan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada tahun 2018 telah mendapatkan dua Helikopter Water Bombing untuk memadamkan api.
Kepala BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah mengatakan dengan adanya Helikopter untuk menangani karhutla tentu sangat membantu tim BPBD dalam memadamkan api.
"Sesuai dengan SK PLT Gubernur Jambi, penggunaan Helikopter ini akan berakhir pada tanggal 24 Oktober 2018 mendatang. Namun tidak menutup kemungkinan untuk diperpanjang lagi mengingat kondisi cuaca Provinsi Jambi tidak menentu," ujarnya kepada awak media.
Untuk diketahui, luas lahan yang yang terbakar saat ini adalah 910,16 hektar di 11 Kabupaten/Kota Provinsi Jambi. Sedangkan tipe Helikopternya berjenis Kamov PK32 dengan muatan 5 ton air.
"Untuk jalur udara tidak kita temukan kendala, kalau di jalur darat ada yaitu karena masih banyak hewan buas dan lokasi yang sangat jauh dari lokasi kejadian," pungkasnya. (Cpm)
YLKI Jambi Tunggu Hasil Laboratorium Dugaan Anggur yang Mengandung Formalin
Tiba di Jambi, Isak Tangis Warnai Pertemuan Korban Gempa Palu
Nah... Atap Disdik Provinsi Jambi Ambruk Timpa Sejumlah Mobil yang Terparkir
Kisruh Pedagang di RSUD Raden Mattaher Jambi, Taufik Yasak: Tertibkan, Rumah Sakit Harus Bersih
Soal Persiapan Pemilu 2019 Mendatang, DPR RI Datangi Pemprov Jambi, Ini Kata Fachrori

