Ketika Sakirin Pohan Berbicara, Makna Persaudaraan Dalam Islam



Jumat, 21 September 2018 - 17:27:30 WIB



Sakirin Pohan foto bersama
Sakirin Pohan foto bersama

JAMBERITA.COM - Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah di antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. Bagi Sakirin Pohan petikan Al Qur'an surat Al-Hujurat ayat 10 menjadi kunci dalam pergaulan hidup sehari - hari.

Menurut wakil ketua DPD Partai Gerindra  tersebut Islam adalah agama, yang tidak hanya mengatur hubungan vertikal antara manusia dengan Khaliq-nya (hablum-minallah), akan tetapi juga membina hubungan harmonis secara horizontal dengan sesama manusia dan alam sekitar (hablum-minannas).

Bahkan pria yang dikenal sebagai muadzin di Buluran Kenali tersebut menambahkan bahwa orang yang sengsara di hari kiamat nanti, bukan hanya orang yang tidak membangun hubungan baik dengan Allah. namun mereka yang tidak mampu mengaplikasikan tuntunan Allah dan Rasulullaah dalam membangun hubungan harmonis dengan makhluk Allah Swt. "Maka, seorang muslim harus berusaha untuk men-tawazun-kan (menyeimbangkan) antara hablum-minallah dengan hablum-minannas," jelasnya.

Dalam kehidupan politik pemahaman persaudaraan dalam Islam penting untuk diingatkan kembali, seperti dilakukan oleh Rasulullah saw ketika hijrah ke Madinah.

Saat itu, Nabi saw mempersaudarakan secara Islam (muaakhah Islamiyah) para pengikutnya baik dari golongan Muhajirin (orang yang hijrah dari Mekkah), maupun golongan Anshar (penduduk Madinah yang telah beriman).

Persaudaraan seperti ini yang mengikat sesama muslim untuk bersatu-padu dengan kokoh, yang dilandasi ajaran Allah termasuk cinta dan kasih sayang. Rasulullah saw bersabda, “Orang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan suatu bangungan kokoh yang saling menguatkan antara satu dengan lainnya". (HR. Bukhari, Muslim, Tarmidzi dan Nasai’ dari Abu Musa Al-Asy’ari).

Sehingga persaudaraan menjadi ikatan psikologis, ikatan spiritual, ikatan kemanusiaan yang tumbuh dan berkembang amat dalam di dalam hati nurani setiap orang, melekat dan terintegrasi menjadi satu kesatuan dalam berpikir, bersikap dan bertindak. Ikatan persaudaraan ini muncul karena kesamaan iman, kesamaan pola pikir, kesamaan mind set, kesamaan aspirasi, kesamaan kebutuhan, dan kesamaan cita-cita dan harapan dalam hidup bermasyarakat. Persaudaraan ini kental dengan values yang menjadi dasar dinamika kehidupan seseorang, kelompok, dan masyarakat.

Persaudaraan mengandung makna kesadaran, rasa tanggung jawab, kepedulian atau solidaritas untuk membantu, atas dasar kesamaan iman dan takwa, kesamaan dan kebersamaan sebagai manusia, makhluk ciptaan Allah yang paling mulia dan sempurna, rasa empati dan kasih sayang yang mendalam yang tumbuh menjadi satu kepribadian muslim yang utuh. Pikiran dan daya dihimpun dan dimobilisir dalam satu upaya bersama, seperti kekuatan umat dalam menuntut penistaan agama Gerakan 212 kemarin.(*/sm)



Artikel Rekomendasi