JAMBERITA.COM - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jambi mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi di Surabaya beberapa hari terakhir ini.
Dalam konferensi pers, perwakilan antar agama, Islam, Kristen, Protestan, Budha, Hindu, dan Konghuchu ini mengutuk keras atas insiden yang terjadi tersebut.
Ketua FKUB Provinsi Jambi Arman Safaat mengatakan, 4 rangkaian aksi teroris sepanjang tahun 2018 yang menonjol yakni, aksi tahanan teroris di Mako Brimob pada 8-10 Mei 2018 menyebabkan 6 orang anggota Brimob gugur.
Aksi bom bunuh diri di Surabaya pada 13 Mei 2018, yakni di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jl. Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia Jl. Diponegoro dan Gereja Pantekosta Jl. Arjuno menyebabkan 9 orang meninggal dunia dan 40 orang luka berat.
Kemudian, kata dia, sekitar pukul 21.15 WIB (13 Mei 2018) di Rusunawa Sidoarjo kembali terjadi lagi ledakan bom yang diduga rangkaian dari aksi sebelumnya dengan korban 5 orang luka.
Pada 14 Mei 2018, pukul 08.50 WIB, Senin (14/5/2018), kembali terjadi aksi pengeboman di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya. Sampai saat ini belum dipastikan jumlah korban.
Sementara itu, rilis Middle East Special Operations Commanders Conference (MESOC) menyebutkan bahwa terdapat 2.000 orang militan alumni Afghanistan dan Filipina di Indonesia. Sementara menurut pakar terorisme Bruce Hoffman terdapat kira-kira 3.000 orang anggota Al-Qaeda di Indonesia. Hal ini belum termasuk pendukung, simpatisan dan pengikut ISIS.
"Masyarakat Provinsi Jambi harus sadar dan memahami bahwa radikalisme dan terorisme saat ini memprihatinkan dan menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai bersama. Kebangkitan sel tidur kelompok jaringan terorisme penting untuk dicermati," kata Arman.
Karenanya, kasus Mako Brimob dan aksi teroris di Surabaya merupakan tragedi kemanusiaan dan berpotensi mengganggu kerukunan antar umat beragama di Indonesia yang sudah terjalin dengan baik selama ini.
Untuk itu, FKUB Provinsi Jambi menyatakan sikap mengutuk keras aksi terror yang biadab dan tidak berperikemanusiaan tersebut. Kemudian, menyatakan turut berbelasungkawa para korban dan keluarganya serta meminta pemerintah memastikan remedy (pemulihan) yang memadai bagi korban atau keluarganya sehingga memperoleh keadilan dan layanan negara.
Mendukung aparat keamanan mengungkap pelaku dan membongkar motif di balik aksi Bom bunuh diri tersebut. Selanjutnya, meminta masyarakat agar selektif dalam mengakses informasi yang beredar dan tidak menyebarkan foto dan/atau video korban serta pemberitaan Hoax terkait peristiwa tersebut.
Mengajak masyarakat Provinsi Jambi untuk membentengi diri dari aksi intoleransi, radikalisme dan terorisme dengan memperkuat peran seluruh elemen masyarakat dan menjaga kerukunan hubungan antar umat beragama.
Diingatkan bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak bermain-main dengan isu intoleransi, radikalisme, dan terorisme dengan memberi ruang inkubasi yang kondusif bagi mereka untuk melakukan aksi kekerasan di Indonesia.
Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh sejumlah perwakilan dari berbagai agama, yakni H. M. Aminullah dan Armat Syafaat (Islam), Pdt. Hutagaol (Kristen), Gregorius Langgeng (Katolik), Dewa Ketut Hastina (Hindu), Bhadra Putra (Budha), dan Bemy (Konghuchu). (*/sm)
Warga Jambi Merapat! Besok Senam Massal di Tugu Keris, Banjir Doorprize dari Mesin Cuci - Kulkas
Satu-satunya di Jambi: UBR Gandeng Kementerian Cetak Sarjana PMI Bergaji Puluhan Juta
Wajah Harmoni di Jambi: Saat Budaya Tionghoa dan Melayu Melebur dalam Satu Panggung
Baru 3 Nama Calon DPD RI Ini Yang Lolos Verifikasi Administrasi
Sikapi Penjualan Daging Beku Tak Sesuai Aturan, Kadis Ketahan Pagan Layangkan Surat ke Agen
Nah, Satgas Pangan Temukan Daging Beku yang Dijual di Angso Duo Tidak Sesuai Aturan


Selain Peresmian Posbankum, Menkum Juga Ingatkan Pentingnya Perlindungan Indikasi Geografis di Jambi



