JAMBERITA.COM - Anggota DPR RI dari Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) kembali melakukan kunjungan kerja perseorangan ke IV tahun 2017 - 2018. Kunjungan kerja atau reses ini akan dilakukan tanggal 4 s/d 12 April 2018 di berbagai kabupaten kota dalam Provinsi Jambi.
Direktur Rumah Aspirasi SAH, Muhamad Yasir, SPd, MM kemarin di Jambi mengatakan reses kali ini sengaja dilakukan menjelang bulan Suci Ramadhan, sehingga bisa memantau kondisi sosial ekonomi masyarakat selama bulan puasa nanti.
"Reses kali ini sengaja di laksanakan jelang Ramadhan, agar bisa memantau situasi sosial ekonomi masyarakat Jambi,” katanya.
Salah satu kondisi yang ingin dipantau, kata dosen STIE Jambi ini adalah stabilitas harga pangan terutama kebutuhan pokok sehari-hari yang selalu mengalami peningkatan harga jelang bulan puasa.
Karena bagi SAH sebagai anggota DPR dari Gerindra stabilnya harga pangan merupakan pondasi kesejahteraan utama masyarakat. “Kita tidak ingin barang langka, lalu ada peningkatan harga pangan secara tidak rasional dalam puasa dan lebaran tahun ini,” jelasnya.
SAH sendiri ketika dikonfirmasi mengakui kegiatan resesnya sengaja dilaksanakan jelang puasa Ramadhan agar bisa memantau kondisi ekonomi masyarakat.
"Sudah umum terjadi ketika bulan puasa harga - harga melonjak, kebutuhan pokok langka, ini tentu harus di cari jalan keluarnya, jangan sampai harga tinggi karena ulah spekulan,” katanya.
Terkait dengan fungsi pengawasan ini, SAH mengatakan selama reses ia kan turun ke pasar - pasar tradisional yang ada di Jambi. Termasuk menggelar dialog dengan pedagang dan petani dalam rangka mencari masukan akan situasi yang mereka hadapi hari - hari.
Karena sebagai wakil rakyat hal - hal mendasar ekonomi harus selalu disuarakan dan dicarikan solusinya secara gamblang dengan berbagai instrumen selaku stakeholder holder baik yang sipatnya regulasi maupun teknis.
Tekad SAH dalam memperjuangkan aspirasi pangan masyarakat Jambi ini mendapat apresiasi dari salah seorang pengamat ekonomi, seperti yang disampaikan Dr Firman Budaya di Jakarta (29/4). Menurutnya isu kesejahteraan rakyat menjadi relevan untuk dijadikan bahan evaluasi secara nasional, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Saya pikir apa yang dilakukan SAH tepat untuk tampil di depan, turun ke lapangan, mengawal isu pangan di daerah,” tandasnya.(*/sm)
Konvoi dan Coret-Coretan Masih jadi Pilihan ABG Zaman Now Rayakan Lulus SMA
5 Hari Dikomplain, Saluran Limbah yang Dicor di Jalan Guru Muhtar Ini Belum Juga Dibongkar
ZA Kembali Ikut Pencarian Warga yang Hilang di Danau Kerinci
POPDA JAMBI 2018: Pertandingan Sengit antar Atlet Sepak Takraw untuk Rebut Juara Grup


Optimalkan Kinerja B04, Kanwil Kemenkum Jambi Kejar Percepatan Anggaran dan Reformasi Birokrasi


