UNJA-ITB Bersinergi Rawat Geopark Merangin Berkelanjutan



Minggu, 08 November 2026 - 03:15:11 WIB



Foto : program pengabdian kepada masyarakat/JMB.
Foto : program pengabdian kepada masyarakat/JMB.

JAMBERITA.COM - Universitas Jambi (UNJA) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) menginisiasi program pengabdian kepada masyarakat untuk mendorong penerapan praktik pertambangan yang baik dan bertanggung jawab atau Good Mining Practices (GMP). Program ini juga difokuskan untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat melalui geowisata di kawasan Geopark Merangin, Jambi.

Rangkaian program telah dimulai sejak April 2026 dan dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi serta edukasi pada 27–28 Oktober 2026, masing-masing di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, dan SMK Muhammadiyah Geologi Pertambangan Jambi.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Pengetahuan Good Mining Practices dan Optimalisasi Potensi Ekonomi Desa sebagai Upaya Reduksi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Geopark Merangin, Desa Air Batu, Provinsi Jambi” ini merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat Skema Bottom-Up Tahun 2026 yang didukung oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB.

Tim pengabdian dipimpin oleh Prof. Dr. Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB sekaligus dosen Kelompok Keahlian Eksplorasi Sumber Daya Bumi. Tim tersebut terdiri atas Ir. Wahyudi Zahar, S.T., M.T., dosen UNJA yang sedang menempuh Program Doktor (S3) Rekayasa Pertambangan di ITB, Dr. Eng. Tomy Alvin Rivai, S.T., M.Eng., dari ITB dan Risnaliyah Nuriil Tadersi, S.T., M.Eng., serta Febiyora Chandra Kirana, S.T., M.T., dari UNJA. Ir. Haris Nur Eka Prasetya, S.T., M.T., mahasiswa Program Magister (S2) Rekayasa Pertambangan ITB. Selain itu, mahasiswa Program Sarjana (S1) Geologi UNJA, Devaldo Rifa Lazarus Ginting dan Dela Mardianti juga terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

Pelaksanaan program bekerja sama dengan Pemerintah Desa Air Batu, Badan Pengelola Geopark Merangin, kelompok penggiat wisata Air Batu River, dan SMK Muhammadiyah Geologi Pertambangan Jambi dan UNJA dalam kegiatan edukasi dan penguatan kolaborasi akademik.

Rangkaian kegiatan diawali pada April 2026 dengan melakukan kajian awal (desktop study) menggunakan citra satelit guna mengidentifikasi kondisi geografis, sebaran situs geologi (geosite), indikasi aktivitas PETI, serta potensi pengembangan geowisata di kawasan Geopark Merangin.

Kajian tersebut dilanjutkan dengan survei lapangan pada 25 Juli hingga 4 Agustus 2026. Survei mencakup pengamatan kondisi geologi dan lingkungan, pemetaan menggunakan pesawat tanpa awak (UAV/drone), pengumpulan data spasial, serta pengambilan sampel air dan sedimen sungai pada lima titik pengamatan yang tersebar di Desa Simpang Parit, Desa Air Batu, dan Air Terjun Muara Karing.

Tim bersama kelompok penggiat wisata Air Batu River juga melakukan survei jalur arung jeram sepanjang sekitar sembilan kilometer. Hasil survei dan pengolahan data spasial digunakan untuk menyusun peta jalur wisata yang mendukung pengelolaan rute serta pengembangan geo-rafting, yaitu kegiatan wisata sungai yang memadukan aktivitas petualangan dengan edukasi mengenai bentang alam dan sejarah geologi.

Pada 27 Oktober 2026, tim melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin. Materi yang disampaikan meliputi penerapan GMP, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan lingkungan pertambangan, serta perlindungan kawasan dan situs warisan geologi.

Desa Air Batu memiliki potensi geowisata melalui keberadaan Sungai Batang Merangin dan berbagai situs geologi di kawasan Geopark Merangin. Namun, aktivitas PETI di sejumlah kawasan aliran sungai menjadi tantangan bagi perlindungan lingkungan dan keberlanjutan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis wisata.

Kepala Desa Air Batu menyampaikan kekhawatirannya terhadap aktivitas PETI yang semakin memberikan tekanan terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat. Aktivitas penambangan yang sebelumnya dilakukan secara tradisional menggunakan dulang kini semakin intensif dengan penggunaan alat berat seperti ekskavator. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas air sungai yang semakin keruh dan terbatasnya pemanfaatan air untuk kebutuhan sehari-hari. Masyarakat juga mengeluhkan gatal-gatal setelah kontak dengan air sungai serta berkurangnya hasil tangkapan ikan.

Ia berharap sosialisasi mengenai pertambangan yang bertanggung jawab dapat diberikan kepada generasi muda, khususnya siswa SMA dan SMK. Pemerintah Desa Air Batu juga berharap kegiatan pengabdian ini dapat ditindaklanjuti melalui penelitian lebih mendalam mengenai sebaran dan tingkat kerusakan lingkungan akibat PETI di kawasan Geopark Merangin.

Dari kegiatan tersebut, tim menghasilkan sejumlah luaran, di antaranya Digital Outcrop Model (DOM) berupa representasi tiga dimensi objek geologi pada empat lokasi, yaitu Intrusi Batolit Air Batu, Granodiorit Jeram Ladeh, Arau Carioxylon, dan Air Terjun Muara Karing. Tim juga mengembangkan WebGIS yang mengintegrasikan informasi spasial kawasan dan potensi geowisata. Peta jalur rafting turut diserahkan kepada Kepala Desa Air Batu dan kelompok penggiat wisata Air Batu River untuk mendukung pengelolaan potensi wisata.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada 28 Oktober 2026 melalui edukasi di SMK Muhammadiyah Geologi Pertambangan Jambi. Materi yang disampaikan meliputi penerapan GMP, K3, dan pengelolaan lingkungan pertambangan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai praktik pertambangan yang memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Ir. Wahyudi Zahar, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi antarperguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

“kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk mengintegrasikan keilmuan, pengalaman dan sumber daya yang di miliki masing-masing institusi agar dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab serta mengembangkan ekonomi desa secara berkelanjutan,” ujarnya.

Prof. Dr. Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui edukasi Good Mining Practices dan pemetaan potensi geowisata, kami berharap pengelolaan sumber daya alam dapat berjalan secara bertanggung jawab sekaligus membuka peluang ekonomi lokal,” ujarnya.

Hasil kegiatan dan kajian tim direncanakan untuk dipresentasikan dalam konferensi internasional di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta pada 9 November 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menyampaikan hasil kajian mengenai pengelolaan lingkungan dan pengembangan potensi Geopark Merangin.

Melalui kolaborasi ini, UNJA dan ITB diharapkan dapat terus mendorong penerapan praktik pertambangan yang bertanggung jawab sekaligus mengoptimalkan potensi geowisata dan ekonomi masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta pelestarian lingkungan di Geopark Merangin.

Selengkapnya:www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi