Kibarkan Bendera STI dan Merah Putih di Puncak Gunung, Asror Terus Jelajahi Gunung di Indonesia



Senin, 26 Oktober 2026 - 12:52:17 WIB



JAMBERITA.COM - Semangat mencintai alam dan mengibarkan Merah Putih di puncak gunung terus ditunjukkan Wakil Ketua Senam Tera Indonesia (STI) Provinsi Jambi, Asror Nawawi. Kali ini, ia menaklukkan jalur pendakian Gunung Talang di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, sekaligus mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera organisasi STI di kawasan puncak.

Aksi Asror bukan sekadar perjalanan menyalurkan hobi. Di tengah udara dingin, kabut tebal, jalur licin, hingga asap belerang yang mengganggu pernapasan, ia tetap berusaha mencapai puncak dengan mengutamakan kehati-hatian.

Asror dikenal sebagai salah seorang pendaki yang memiliki semangat tinggi. Dalam sebulan, ia bisa mendaki satu hingga dua kali ke berbagai gunung di sejumlah wilayah Indonesia. Konsistensi tersebut menunjukkan kecintaannya terhadap alam sekaligus kegemarannya menjelajahi keindahan Nusantara.

Perjalanan menuju Gunung Talang dimulai Asror dari Jambi pada Jumat (20/10/2026) pukul 15.00 WIB. Ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju kawasan pendakian hingga tiba di Cadas pada Sabtu (24/10/2026) pukul 14.30 WIB untuk mendirikan tenda dan bermalam.

Pada Minggu (25/10/2026), Asror memulai pendakian menuju puncak sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua setengah jam, ia tiba di puncak sekitar pukul 09.00 WIB.

Rute pendakian dimulai dari Pos 1 Mengaftar. Dari titik tersebut, perjalanan dilanjutkan menggunakan ojek selama kurang lebih 15 menit menuju Pos 2. Selanjutnya, Asror meneruskan perjalanan melewati Shelter 2 dan Shelter 3 hingga mencapai kawasan Cadas untuk berkemah.

Perjalanan menuju puncak menjadi bagian paling menantang. Jalur berbatu lepas, tanah liat yang licin, hujan, serta sejumlah tanjakan dan tebing curam menuntut konsentrasi tinggi. Di beberapa bagian, jalur juga dilengkapi webbing atau tali bantu untuk mendukung pendaki melewati medan yang sulit.

“Perjalanan menuju puncak cukup sulit. Banyak batuan lepas, tanah liat licin, ditambah hujan. Jadi, kita harus benar-benar hati-hati dalam melangkah,” ungkap Asror saat menceritakan pengalamannya.

Tantangan tidak berhenti pada medan yang terjal. Saat mendekati puncak, Asror juga menghadapi asap belerang yang cukup mengganggu pernapasan serta kabut yang sangat pekat.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pendaki, terutama mereka yang tidak terbiasa menghadapi medan dengan paparan gas vulkanik.

“Asap belerangnya sangat terasa dan mengganggu pernapasan. Kabut juga sangat pekat. Kalau tidak kuat, mungkin cukup sampai Hutan Mati saja, karena asap belerangnya memang terasa sekali,” tuturnya.

Kondisi itu membuat kewaspadaan menjadi hal utama sepanjang perjalanan. Meski berhasil mencapai puncak, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa pendakian gunung bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga kesiapan mental, kemampuan membaca kondisi alam, dan kedisiplinan menjaga keselamatan.

Setelah berada di puncak selama kurang lebih satu jam, Asror memulai perjalanan turun. Medan yang licin dan tebing curam kembali menuntut kehati-hatian ekstra hingga ia tiba di kawasan camp sekitar pukul 12.00 WIB.

Setelah beristirahat dan membereskan perlengkapan, perjalanan kembali ke Jambi dimulai pada sore hari.

Bagi Asror, mendaki gunung menjadi pengalaman untuk mengenal lebih dekat alam Indonesia. Pengibaran bendera Merah Putih dan bendera STI di Gunung Talang juga menjadi bagian dari semangatnya membawa nama organisasi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air.

Kebiasaannya mendaki satu hingga dua kali setiap bulan memperlihatkan bahwa aktivitas tersebut telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Setiap perjalanan menghadirkan tantangan berbeda, mulai dari perubahan cuaca, kondisi jalur, hingga karakter alam di setiap gunung yang didaki.

Pengalaman di Gunung Talang menjadi salah satu kisah perjalanan Asror menjelajahi pegunungan Indonesia. Namun, di balik keberhasilan mencapai puncak, keselamatan tetap menjadi hal utama yang tidak boleh diabaikan.

Pendakian Gunung Talang kali ini pun meninggalkan cerita tentang ketekunan, keberanian yang terukur, dan semangat mengibarkan Merah Putih di tengah bentang alam Nusantara.a.(afm)





Artikel Rekomendasi