SAH Tegaskan Dukungan HKTI Untuk Program Presiden Bangun Ekonomi Pedesaan dan Sejahterakan Petani



Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:28:16 WIB



JAMBERITA.COM– Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr.Ir. HAR Sutan Adil Hendra, MM, mendukung komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi pedesaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan memperluas pemerataan pembangunan nasional.

Menurut SAH, pembangunan ekonomi yang dimulai dari desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional. Desa memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.

Ia menilai, perhatian pemerintah terhadap kemandirian pangan, penguatan ekonomi kerakyatan, dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi peluang untuk mendorong desa tidak hanya sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat ekonomi pedesaan harus menjadi momentum bagi kebangkitan petani. Kita ingin petani semakin sejahtera, desa semakin produktif, dan potensi ekonomi lokal mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar SAH.

Menurutnya, penguatan ekonomi pedesaan harus diwujudkan melalui kebijakan yang menyentuh kebutuhan nyata petani. Mulai dari kemudahan akses permodalan, ketersediaan sarana produksi, pendampingan usaha, kepastian pasar, hingga pengembangan industri pengolahan hasil pertanian.

SAH menegaskan, peningkatan produksi saja belum cukup apabila tidak diikuti dengan perbaikan tata niaga dan peningkatan nilai tambah. Petani harus memiliki posisi tawar yang lebih baik agar hasil kerja mereka memberikan pendapatan yang layak.

Karena itu, ia memandang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki peluang untuk menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan desa.

Koperasi diharapkan dapat membantu petani memperoleh sarana produksi dengan lebih efisien, memperluas akses pemasaran, menampung hasil panen, serta memperpendek rantai distribusi yang selama ini dapat mempengaruhi harga di tingkat produsen.

“Jangan sampai desa hanya menjadi tempat menghasilkan bahan mentah, sementara nilai tambah dan keuntungan lebih besar dinikmati di luar desa. Kita harus mendorong agar hasil pertanian dapat diolah, dipasarkan, dan dikembangkan sehingga menciptakan perputaran ekonomi di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam konteks Provinsi Jambi, SAH menilai penguatan ekonomi pedesaan sangat relevan dengan potensi sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan banyak masyarakat. Komoditas kelapa sawit, karet, pinang, serta berbagai hasil pertanian lainnya memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pengolahan pascapanen, kemitraan usaha, dan penguatan kelembagaan petani.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga keuangan, dunia usaha, dan organisasi petani. Kolaborasi tersebut diperlukan agar program pembangunan tidak berjalan sendiri, melainkan saling mendukung dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat.

Selain itu, SAH mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, pemasaran digital, dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Dengan demikian, sektor pertanian dapat menjadi bidang usaha yang semakin produktif dan memiliki prospek bagi generasi berikutnya.

Sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi pedesaan harus menempatkan petani sebagai pelaku utama pembangunan. Dukungan pemerintah perlu diikuti dengan pendampingan berkelanjutan, tata kelola yang baik, dan program yang berorientasi pada hasil nyata.

“Keberhasilan membangun ekonomi desa harus terlihat dari meningkatnya pendapatan petani, tumbuhnya usaha masyarakat, terbukanya lapangan kerja, dan semakin kuatnya kemandirian desa. Oleh karena itu, komitmen Presiden Prabowo perlu kita dukung melalui kerja nyata dan kolaborasi,” tutup SAH.(*)





Artikel Rekomendasi