Milad KAHMI Muaro Jambi ke-60 Tahun : Menolak Lupa Ancaman Sistemis Karhutla



Sabtu, 26 September 2026 - 19:10:15 WIB



Foto : Diskusi Publik KAHMI Muaro Jambi/JMB.
Foto : Diskusi Publik KAHMI Muaro Jambi/JMB.

JAMBERITA.COM - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi kembali disorot sebagai persoalan sistemis yang berdampak luas pada tata kelola lingkungan, ekonomi, hingga pendidikan. Menolak lupa atas ancaman tahunan tersebut, Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Muaro Jambi menggelar diskusi publik bertajuk “Karhutla di Muaro Jambi: Bencana, Tata Kelola dan Masa Depan Lingkungan” di Mendalo Corner, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan dalam rangka memperingati Milad KAHMI ke-60 ini menjadi wadah kritis untuk menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar bencana alam, melainkan dampak dari masalah mitigasi dan tata kelola yang belum optimal.

Bupati Muaro Jambi mengutus Asisten I Pemkab Muaro Jambi, Indra Gunawan, untuk hadir mewakili pemerintah daerah. Turut hadir Wakil Ketua MW KAHMI Provinsi Jambi Dr. Fuad Muchlis, Ketua MD KAHMI Muaro Jambi Yasril, jajaran Polres Muaro Jambi, Camat Jaluko, Kepala Desa Mendalo Darat, serta jajaran alumni dan masyarakat.

Diskusi ini membedah akar persoalan karhutla dengan menghadirkan narasumber lintas sektor, yakni pakar gambut Universitas Jambi (Unja) Dr. Asmadi Saad, perwakilan BPBD Muaro Jambi Anari Hasihulan Sitorus, serta perwakilan Walhi Jambi M. Aditya P.

Dalam forum tersebut, Indra Gunawan mengakui bahwa penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi dan pendekatan menyeluruh, tidak hanya respons saat api muncul.

“Persoalan karhutla harus ditangani dengan berkolaborasi bersama seluruh sektor. Pencegahan tidak cukup dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi harus diperkuat sejak tahap mitigasi, pengawasan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat,” kata Indra.

Sementara itu, Ketua MD KAHMI Muaro Jambi, Yasril, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh dibebankan pada satu institusi saja, melainkan menuntut tanggung jawab bersama dari pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, hingga kelompok masyarakat sipil.

“Harapan kami kegiatan ini dapat memberikan manfaat. Kita berdiskusi dan mencari solusi agar ke depan Muaro Jambi dapat terbebas dari kebakaran hutan dan lahan,” tegas Yasril.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua MW KAHMI Provinsi Jambi, Dr. Fuad Muchlis, yang menilai forum lintas perspektif ini penting untuk mendorong langkah konkret dan mencegah karhutla terus berulang di masa depan.(afm)





Artikel Rekomendasi