Gamification Board FKIP UNJA Hidupkan Kelas



Senin, 21 September 2026 - 18:19:53 WIB



Foto : Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) , Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berlangsung pada ,Selasa (8/9/2026).
Foto : Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) , Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berlangsung pada ,Selasa (8/9/2026).

JAMBERITA - Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi (UNJA) melatih dan mendampingi 31 guru sekolah dasar di Kabupaten Batanghari memanfaatkan papan interaktif digital melalui pendekatan Gamification Board. Setelah pendampingan, guru yang semula hanya memakai papan digital untuk menayangkan slide kini mampu menjalankan kuis langsung dan memilih template permainan edukatif secara mandiri.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berlangsung pada Selasa (8/9/2026) di SDN 76/I Sungai Buluh (15 guru) dan SDN 111/I Muara Bulian (16 guru), Kecamatan Muara Bulian. Tim pengabdian diantaranya Silvina Noviyanti, S.Pd., M.Pd., Dr. Ayatullah Muhammadin Al Fath, S.Pd., M.Pd., Ditia Erika Febriani, M.Pd., Ummul Khaira, M.Pd., dan Erwin Efendi Hutagalung, M.Pd.

Hasil pendampingan menunjukkan perubahan yang cukup nyata pada guru. Selain menjalankan kuis langsung, guru kini dapat mengakses media pembelajaran tambahan dan memilih template permainan yang sesuai dengan materi ajar tanpa harus merancangnya dari nol. Dalam diskusi refleksi, mereka juga mengaku lebih percaya diri, dan sebagian sudah menyusun rencana penerapan gamifikasi pada pertemuan berikutnya. Para guru pun mulai saling berbagi pengalaman dan kendala teknis, yang menjadi langkah awal menuju komunitas belajar profesional di sekolah.

Perubahan pada guru tersebut berdampak pada suasana kelas. Tim mencatat siswa lebih sering bertanya dan menjawab, aktif berdiskusi kelompok, serta antusias mengikuti aturan permainan yang disepakati bersama. Kelas pun terasa lebih hidup dibandingkan pembelajaran ceramah satu arah.

Capaian ini berangkat dari kondisi awal yang berbeda. Kedua sekolah sebenarnya sudah memiliki papan interaktif digital dan jaringan internet yang memadai, tetapi papan tersebut baru dipakai untuk menampilkan slide, belum untuk kuis langsung atau aktivitas kolaboratif. Guru belum pernah mendapat pelatihan teknis yang komprehensif dan ragu mencoba fitur baru, sehingga pembelajaran masih didominasi komunikasi satu arah dengan partisipasi siswa yang minim.

Untuk menjawab persoalan itu, tim pengabdian FKIP UNJA melaksanakan program secara bertahap dan terstruktur agar peningkatan kompetensi guru berjalan optimal tanpa membebani sekolah. Program terdiri atas lima tahapan: survei pendahuluan, pelatihan bertahap, praktik pembelajaran di kelas, evaluasi, dan pelaporan. Tahap pelatihan dibagi menjadi tiga sesi berjenjang yang saling berkaitan, dan setiap sesi didampingi langsung oleh tim agar guru dapat mengikuti proses dengan baik serta mengatasi kendala selama penerapan.

Sesi pertama mengenalkan konsep dasar Gamification Board serta fungsi dasar papan digital. Sesi kedua melatih penggunaan fitur utama dan penyusunan aktivitas belajar berbasis permainan dengan template yang tersedia. Sesi ketiga berupa penerapan langsung dalam pembelajaran di kelas, dilengkapi evaluasi dan diskusi refleksi.

Tim menilai model pelatihan berjenjang ini dapat direplikasi di sekolah dasar lain yang sudah memiliki fasilitas teknologi tetapi terkendala kesiapan kompetensi guru. Tim juga mencatat perubahan yang terjadi masih pada tahap awal karena penerapan gamifikasi selama program baru berlangsung terbatas, sehingga dukungan berkelanjutan dari sekolah dan perguruan tinggi tetap diperlukan.

Melalui kegiatan ini, FKIP UNJA menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi sekolah mitra agar teknologi pembelajaran yang tersedia benar-benar terpakai dan berdampak bagi kualitas belajar siswa di Kabupaten Batanghari.

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi