JAMBERITA.COM -Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Sugeng Hariadi, S.H., M.H., menghadiri rapat koordinasi sekaligus memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi, Selasa (25/8/2026).
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi sekitar pukul 11.15 WIB. Selanjutnya, Menteri Kehutanan bersama Kajati Jambi dan jajaran Forkopimda menuju Daops Manggala Agni Jambi di kawasan Jalan Lingkar Barat I, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, untuk memimpin rapat koordinasi pengendalian karhutla.
Dalam rapat tersebut, Menteri Kehutanan menyampaikan bahwa potensi karhutla di Provinsi Jambi masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan, titik panas atau hotspot masih terdeteksi di sejumlah wilayah kabupaten.
Hotspot terbanyak terpantau di Kabupaten Sarolangun sebanyak 159 titik, disusul Kabupaten Batanghari sebanyak 78 titik, Kabupaten Tebo 50 titik, Kabupaten Tanjung Jabung Barat 48 titik, serta Kabupaten Muaro Jambi sebanyak tujuh titik.
Sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak semakin meluas, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi penanganan secara terpadu, di antaranya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC), water bombing, serta penguatan personel dan pasukan pemadam di lapangan.
Operasi modifikasi cuaca dijadwalkan berlangsung pada 27 dan 30 Agustus 2026. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada wilayah yang sedang terjadi karhutla, tetapi juga untuk menjaga ketersediaan air dan kelembapan lahan di wilayah Provinsi Jambi.
“Ketika ada potensi awal hujan, kita lakukan OMC bukan hanya di kawasan yang ada karhutla, tetapi di seluruh Jambi untuk menjaga air tanah,” ujar Raja Juli Antoni, Selasa (25/8/2026).
Selain OMC, pemerintah juga menambah satu unit helikopter untuk mendukung operasi water bombing. Helikopter tersebut akan diprioritaskan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditangani oleh pasukan darat.
Sementara itu, penanganan di darat akan diperkuat melalui sinergi seluruh unsur terkait, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Manggala Agni, TNI/Polri, hingga masyarakat.
Penegakan Hukum Jadi Bagian Penting Pengendalian Karhutla
Menteri Kehutanan menegaskan bahwa upaya pengendalian karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman, tetapi juga harus disertai langkah pencegahan dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Dari delapan berkas perkara yang telah ditangani, sebanyak tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Raja Juli Antoni juga mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan kondisi cuaca kering maupun fenomena El Niño sebagai alasan untuk membuka lahan dengan cara membakar.
“Jangankan membakar lahan, puntung rokok dan obat nyamuk pun dapat berakibat buruk,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kajati Jambi Sugeng Hariadi menyampaikan bahwa pengendalian karhutla membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh pihak. Menurutnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Manggala Agni, dunia usaha, serta masyarakat harus bergerak bersama untuk mencegah terjadinya kebakaran dan memastikan api tidak meluas.
“Kejaksaan Tinggi Jambi siap mendukung dan memperkuat kolaborasi serta sinergi dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana karhutla. Penegakan hukum harus menjadi langkah nyata untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah terjadinya pembakaran hutan dan lahan secara sengaja,” ujar Sugeng Hariadi.
Pantau Langsung Lokasi Karhutla
Usai rapat koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan koordinasi pengendalian karhutla bersama Wakil Gubernur Jambi beserta jajaran Forkopimda Provinsi Jambi. Turut terlibat dalam kegiatan tersebut jajaran Pemerintah Kota Jambi, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Forkopimda, serta tim gabungan penanganan karhutla.
Selanjutnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kajati Jambi Sugeng Hariadi dan jajaran Forkopimda bergerak menuju lokasi karhutla di kawasan Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), untuk melihat secara langsung kondisi serta proses penanganan kebakaran di lapangan.
Karhutla yang terjadi di wilayah tersebut berada pada kawasan Area Penggunaan Lain (APL). Berdasarkan informasi di lapangan, sekitar sembilan hektare lahan telah terdampak kebakaran. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena lokasi kebakaran dilaporkan berada tidak jauh dari kawasan Hutan Lindung Gambut Sungai Buluh.
Kehadiran langsung Menteri Kehutanan, Kajati Jambi, dan jajaran Forkopimda di lokasi menjadi bentuk keseriusan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Sinergi antara pencegahan, kesiapsiagaan, pemadaman, serta penegakan hukum diharapkan mampu menekan potensi karhutla di Provinsi Jambi sekaligus melindungi masyarakat, lingkungan, dan kawasan hutan dari ancaman kebakaran yang lebih luas.(*)
Kabut Asap Mengancam, RSUD Raden Mattaher Jambi Siaga Antisipasi Lonjakan Kasus ISPA
Strategi Kolaborasi Kanwil Kemenkum Jambi dan PLN, Dorong Pemanfaatan KI sebagai Aset Produktif
Kembangkan Ekosistem IP, Kanwil Kemenkum Jambi Jalin Kerjasama dengan Pemerintah Kota Jambi
Pastikan Target Kinerja Tercapai, Kadiv Yankum Jambi Pimpin Raker B09 & Realisasi Anggaran Bidang KI
Karhutla di Wilayah Koramil 416-06/MB Berhasil Dipadamkan, Situasi Aman dan Kondusif
BMKG Perkuat Pernyataan Menteri LH : Kabut Asap Kiriman Jambi ke Riau, Ada Benarnya
Ketua DPRD Jambi Sebut Pemerintah Pusat Siapkan 500 Sumur Bor & Tambahan Helikopter Water Bombing


