JAMBERITA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi berkomitmen untuk meningkatkan literasi cuaca maritim bagi para nelayan setempat. Langkah nyata ini diwujudkan melalui Program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Kamis (25/6/2026).
Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Muslimin Tanja (Wakil Bupati Tanjabtim), Faizal (Tenaga Ahli, mewakili Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN Dapil Jambi, Bakrie)
Ibnu Sulistyono (Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi), Yuli Kartiningsih (Ketua Tim Kerja Manajemen Operasi dan Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Meteorologi Maritim BMKG Pusat), Jajaran Kepala Dinas Perikanan, Perhubungan, KSOP Kelas IV, serta Kepala Unit Siaga SAR Nipah Panjang.
Dalam laporannya, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistyono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Tanjabtim atas dukungan penuh terhadap SLCN 2026. Ia berharap program ini menjadi bekal berharga bagi keselamatan nelayan.
"Jadi ketika berangkat melaut, mereka mengetahui kondisi cuaca. Karena BMKG memberikan informasi cuaca sebagai acuan agar aktivitas melaut lebih aman," ujar Ibnu.
Apresiasi senada juga datang dari Wakil Bupati Tanjabtim, Muslimin Tanja. Sebelum membuka acara secara resmi, ia menegaskan bahwa SLCN merupakan langkah krusial dalam mendongkrak kapasitas dan kesiapan masyarakat pesisir menghadapi dinamika cuaca.
Di sisi lain, Faizal selaku Tenaga Ahli Anggota Komisi V DPR RI menekankan pentingnya komunikasi dua arah. Lewat SLCN, diharapkan tercipta kolaborasi yang kuat antara BMKG, pemerintah daerah, penyuluh, hingga kelompok nelayan. "Sinergi berbagai pihak dinilai penting dalam meningkatkan kapasitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir," tutur Faizal.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Meteorologi Maritim BMKG Pusat, Yuli Kartiningsih, menjelaskan bahwa SLCN didesain sebagai ruang belajar bersama yang interaktif. "SLCN tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan, tetapi juga sarana berbagi pengalaman dan memperkuat budaya sadar cuaca," jelas Yuli.
Melalui program berkelanjutan ini, BMKG menargetkan para nelayan Jambi tidak hanya mampu membaca informasi cuaca dengan akurat, tetapi juga cerdas dalam mengambil keputusan sebelum melaut. Langkah mitigasi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan di laut sekaligus mendongkrak produktivitas tangkapan demi kesejahteraan keluarga nelayan. (tts)
Tingkatkan Keselamatan Nelayan, BMKG Jambi Gelar Sekolah Lapang Cuaca Maritim di Tanjabtim
BPS RI Puji Pertumbuhan Ekonomi Jambi Berkualitas, Sebut ICOR Paling Efisien se-Sumatera
Pemkab Batang Hari Diganjar Anugerah Penjaga Kesehatan Terbaik Lewat Inovasi 'Dokter Tangguh'
Kodrat Jambi siapkan program menuju babak prakualifikasi PON 2027
Wagub Sani Sambut Kepulangan 443 Jamaah Haji Kloter BTH-21 ke Provinsi Jambi
Danrem 042/Garuda Putih Hadiri HANI 2026, Tegaskan Komitmen Perang Melawan Narkoba
Tingkatkan Keselamatan Nelayan, BMKG Jambi Gelar Sekolah Lapang Cuaca Maritim di Tanjabtim

