Empat dari 3.560 Calon Mahasiswa UNJA Turut Menembus Gerbang Perguruan Tinggi Jalur SMM PTN-Barat



Kamis, 18 Juni 2026 - 22:03:21 WIB



Foto : Rektor UNJA Prof Helmi.
Foto : Rektor UNJA Prof Helmi.

JAMBERITA.COM - Sebanyak 3.560 calon mahasiswa datang membawa mimpi yang sama, menembus gerbang perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMM PTN-Barat) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Jambi (UNJA). Pelaksanaan hari pertama seleksi tersebut dipantau langsung oleh Rektor Unja Prof Helmi dan Wakil Rektor, di Kampus UNJA Mendalo, Buluran dan Telanaipura, Selasa (17/6).

Namun, di antara ribuan langkah kaki yang bergegas menuju ruang ujian, ada empat pasang langkah yang membawa cerita perjuangan luar biasa. Mereka adalah para peserta paling istimewa tahun ini empat penyandang disabilitas yang menolak menyerah pada keterbatasan demi mengejar cita-cita.

Dari empat peserta istimewa tersebut, satu di antaranya merupakan penyandang tuna netra, sementara tiga lainnya adalah penyandang tuna rungu. Sadar bahwa setiap anak bangsa berhak atas kesempatan yang sama, UNJA bergerak cepat memastikan kenyamanan mereka.

Bagi peserta tuna netra, sebuah laboratorium khusus telah disiapkan. Tidak ada ruang yang bising, yang ada hanyalah fasilitas yang ramah dan pendamping yang setia mendampingi setiap lembar soal yang harus dihadapi.

"Khusus peserta tuna netra akan mengikuti ujian di laboratorium tersendiri dengan pendamping yang telah disiapkan untuk membantu selama proses ujian," ujar Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, saat memantau hari pertama ujian bersama Rektor UNJA.

Bagi UNJA, kehadiran keempat peserta ini bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata dari semangat inklusivitas yang terus dirawat.

Pelaksanaan ujian mandiri yang akan berlangsung selama empat hari (17-20 Juni 2026) ini dipastikan berjalan tanpa hambatan. Prof. Hafrida menegaskan bahwa pihak kampus berkomitmen penuh untuk menjamin tidak ada satu pun peserta yang dirugikan, terutama mereka yang membutuhkan perhatian ekstra.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan pada sesi pertama berjalan dengan baik. Harapan kami tentu Universitas Jambi bisa menyelenggarakan seleksi ini dengan lancar. Jangan sampai ada hambatan yang dapat merugikan peserta," tutur Prof. Hafrida dengan penuh harap.

SMM PTN-Barat merupakan pelabuhan terakhir bagi para pejuang kampus setelah jalur SNBP dan SNBT berlalu. Melalui jalur yang diikuti oleh konsorsium 27 PTN di Wilayah Barat ini, UNJA tidak hanya mencari calon mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga mereka yang memiliki daya juang tinggi.

Kehadiran empat peserta disabilitas ini menjadi refleksi mendalam bagi ribuan peserta lainnya. Di tengah ketatnya persaingan, ada pesan moral yang tersampaikan: bahwa pendidikan tinggi adalah milik siapa saja yang berani bermimpi dan bertarung untuk mewujudkannya. UNJA pun berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan yang ramah dan inklusif bagi semua golongan.(afm)

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi