JAMBERITA.COM - Sebanyak 3.560 calon mahasiswa datang membawa mimpi yang sama, menembus gerbang perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMM PTN-Barat) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Jambi (UNJA). Pelaksanaan hari pertama seleksi tersebut dipantau langsung oleh Rektor Unja Prof Helmi dan Wakil Rektor, di Kampus UNJA Mendalo, Buluran dan Telanaipura, Selasa (17/6).
Namun, di antara ribuan langkah kaki yang bergegas menuju ruang ujian, ada empat pasang langkah yang membawa cerita perjuangan luar biasa. Mereka adalah para peserta paling istimewa tahun ini empat penyandang disabilitas yang menolak menyerah pada keterbatasan demi mengejar cita-cita.
Dari empat peserta istimewa tersebut, satu di antaranya merupakan penyandang tuna netra, sementara tiga lainnya adalah penyandang tuna rungu. Sadar bahwa setiap anak bangsa berhak atas kesempatan yang sama, UNJA bergerak cepat memastikan kenyamanan mereka.
Bagi peserta tuna netra, sebuah laboratorium khusus telah disiapkan. Tidak ada ruang yang bising, yang ada hanyalah fasilitas yang ramah dan pendamping yang setia mendampingi setiap lembar soal yang harus dihadapi.
"Khusus peserta tuna netra akan mengikuti ujian di laboratorium tersendiri dengan pendamping yang telah disiapkan untuk membantu selama proses ujian," ujar Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, saat memantau hari pertama ujian bersama Rektor UNJA.
Bagi UNJA, kehadiran keempat peserta ini bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata dari semangat inklusivitas yang terus dirawat.
Pelaksanaan ujian mandiri yang akan berlangsung selama empat hari (17-20 Juni 2026) ini dipastikan berjalan tanpa hambatan. Prof. Hafrida menegaskan bahwa pihak kampus berkomitmen penuh untuk menjamin tidak ada satu pun peserta yang dirugikan, terutama mereka yang membutuhkan perhatian ekstra.
"Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan pada sesi pertama berjalan dengan baik. Harapan kami tentu Universitas Jambi bisa menyelenggarakan seleksi ini dengan lancar. Jangan sampai ada hambatan yang dapat merugikan peserta," tutur Prof. Hafrida dengan penuh harap.
SMM PTN-Barat merupakan pelabuhan terakhir bagi para pejuang kampus setelah jalur SNBP dan SNBT berlalu. Melalui jalur yang diikuti oleh konsorsium 27 PTN di Wilayah Barat ini, UNJA tidak hanya mencari calon mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga mereka yang memiliki daya juang tinggi.
Kehadiran empat peserta disabilitas ini menjadi refleksi mendalam bagi ribuan peserta lainnya. Di tengah ketatnya persaingan, ada pesan moral yang tersampaikan: bahwa pendidikan tinggi adalah milik siapa saja yang berani bermimpi dan bertarung untuk mewujudkannya. UNJA pun berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan yang ramah dan inklusif bagi semua golongan.(afm)
Selengkapnya : www.unja.ac.id
Empat dari 3.560 Calon Mahasiswa UNJA Turut Menembus Gerbang Perguruan Tinggi Jalur SMM PTN-Barat
Al Haris Ingatkan OPD Pemprov Jambi Jangan Terlena Atas Predikat WTP 14 Kali Berturut
Meski 14 Kali WTP : Bukan Bearti Laporan Keuangan Pemprov Jambi Sepenunya Bersih!
Maknai 1 Muharram 1448 H, Rektor UBR Jambi Ajak Sivitas Akademika Refleksi Diri dan Menebar Kebaikan
Merajut Masa Depan di Balik Hutan: Ketika Akademisi UNJA Bawa Jari-jari SAD Menembus Pasar Digital
Borong Rentetan Penghargaan Sekaligus, Mahasiswa UNJA Ini Bikin Bangga RI di Malaysia-Singapore
Al Haris Ingatkan OPD Pemprov Jambi Jangan Terlena Atas Predikat WTP 14 Kali Berturut



