Ubah Nasib Lulusan di Era AI : UBR Jambi Gandeng Guru Besar UTM Bedah Kurikulum OBE



Kamis, 04 Juni 2026 - 11:25:59 WIB



Foto : Bimtek Inplementasi Kurikulum OBE Universitas Baiturrahim Jambi/hms/jmb.
Foto : Bimtek Inplementasi Kurikulum OBE Universitas Baiturrahim Jambi/hms/jmb.

JAMBERITA.COM - Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi ancaman penutupan program studi (prodi) yang tidak relevan dengan kebutuhan industri. Guna menjawab tantangan tersebut, UBR Jambi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).  

Dalam menyukseskan agenda strategis ini, UBR Jambi menggandeng Prof. Wahyudi Agustiono, S.Kom., M.Sc., Ph.D., Guru Besar dari Departemen Sistem Informasi Universitas Trunojoyo Madura (UTM), sekaligus Tenaga Ahli SEVIMA sebagai pemateri utama.  

Penyelenggaraan Bimtek ini dilatarbelakangi oleh situasi mendesak di dunia pendidikan tinggi Indonesia. Berdasarkan data terbaru, ratusan program studi di Indonesia terancam hingga telah resmi ditutup sepanjang tahun karena dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan dunia industri.  

Ditambah lagi, ketatnya persaingan di era Artificial Intelligence (AI) memicu terjadinya surplus tenaga kerja terdidik yang tidak terserap lapangan kerja. "Kurikulum itu bukan lagi tentang apa yang kita ajarkan, melainkan tentang apa yang benar-benar bisa dilakukan oleh lulusan setelah menyelesaikan pendidikannya," ujar Prof. Wahyudi mengutip esensi dasar dari OBE, di Aula UBR Jambi, Rabu (3/6/2026).  

Prof. Wahyudi menjelaskan bahwa perguruan tinggi kini diwajibkan untuk mengubah paradigma lama yang berbasis supply akademik menjadi berorientasi pada luaran (outcome) serta daya kerja (employability) lulusan.  

Melalui penerapan kurikulum berbasis OBE, proses penilaian mahasiswa mengalami transformasi yang signifikan agar memenuhi kriteria akreditasi unggul nasional maupun internasional. Perbedaan mendasar sistem ini meliputi sistem Penilaian Tradisional (Sebelum OBE) yang hanya fokus pada akumulasi nilai akhir mata kuliah dari komponen Tugas, UTS, dan UAS tanpa mengukur esensi kemampuan spesifik.  

"Sedangakan Sistem Penilaian OBE (Sesudah OBE), itu Fokus mengukur Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) secara mendalam untuk menghasilkan portofolio kompetensi nyata yang siap diserap industri," paparnya.

Selain sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi penjaminan mutu terbaru, implementasi kurikulum OBE yang lengkap hingga mampu mengukur CPL juga menjadi syarat mutlak bagi program studi untuk meraih peringkat akreditasi Unggul dari berbagai Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Dalam Bimtek tersebut, Prof. Wahyudi juga mengingatkan pentingnya integrasi sistem informasi akademik (SIAKAD) dalam mengelola data kampus. Sesuai dengan regulasi Permendiktisaintek, setiap perguruan tinggi wajib memanfaatkan teknologi informasi untuk pengelolaan data, pelayanan mahasiswa, dan transparansi mutu akademik.  

"Penggunaan platform digital dinilai menjadi solusi efektif untuk memangkas beban administrasi dosen dalam menghitung ketercapaian CPL mahasiswa secara manual," jelasnya. Melalui pelaksanaan Bimtek ini, UBR Jambi berkomitmen terus beradaptasi dan berinovasi untuk melahirkan lulusan yang kompeten, relevan, serta memberikan dampak nyata bagi kemajuan masyarakat Indonesia.(afm)





Artikel Rekomendasi