SAH Ungkap Data MBG di Jambi Serap Lebih 10 Ribu Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi Lokal



Minggu, 03 Mei 2026 - 20:19:11 WIB



JAMBERITA.COM– Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, A.R. Sutan Adil Hendra atau SAH menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto memiliki dampak ekonomi besar bagi Provinsi Jambi, terutama dalam penciptaan lapangan kerja baru dan penguatan rantai pasok pangan lokal.

Menurut bapak beasiswa Jambi itu, dengan jumlah pelajar di Provinsi Jambi yang mencapai ratusan ribu orang, kebutuhan operasional MBG akan mendorong terbentuknya puluhan dapur pelayanan gizi di kabupaten dan kota. Dari perhitungan awal, program tersebut diperkirakan mampu menyerap lebih dari 10 ribu tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.

“Jika satu dapur MBG melayani sekitar 3.000 sampai 3.500 penerima manfaat dan membutuhkan minimal 45 sampai 50 pekerja, maka dengan potensi puluhan dapur aktif di Jambi, penyerapan tenaga kerja bisa menembus lebih dari 10 ribu orang, termasuk tenaga distribusi, juru masak, tenaga kebersihan, ahli gizi, sopir, hingga pelaku UMKM pemasok bahan pangan,” ujar SAH, Minggu (3/5/2026).

SAH menjelaskan, berdasarkan data kependudukan dan pendidikan, jumlah siswa PAUD, SD, SMP hingga SMA sederajat di Provinsi Jambi diperkirakan mencapai lebih dari 700 ribu pelajar. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pangan harian program MBG sangat besar dan akan menciptakan efek ekonomi berantai di daerah.

Ia mencontohkan, jika satu siswa menerima paket makanan bergizi senilai Rp15 ribu per hari, maka perputaran ekonomi program MBG di Jambi dapat mencapai lebih dari Rp10 miliar per hari atau sekitar Rp200 miliar per bulan saat program berjalan penuh.

“Angka ini tentu akan menghidupkan ekonomi lokal karena bahan baku tidak mungkin semuanya didatangkan dari luar daerah. Petani sayur, peternak ayam, petani telur, nelayan, pengusaha beras, hingga UMKM lokal akan ikut tumbuh,” katanya.

SAH menyebut sektor pertanian dan peternakan Jambi sangat diuntungkan karena kebutuhan program MBG bersifat rutin dan berkelanjutan. Misalnya kebutuhan telur, ayam, beras, ikan, susu, dan sayuran diperkirakan meningkat tajam seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat.

“Program ini menciptakan pasar baru yang stabil bagi petani dan pelaku usaha kecil. Jadi MBG bukan hanya program sosial, tetapi strategi membangun ekonomi kerakyatan dari desa,” tegasnya.

Selain dampak ekonomi, SAH menilai MBG juga menjadi investasi besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Menurutnya, kecukupan gizi anak akan berdampak pada kesehatan, konsentrasi belajar, dan produktivitas generasi muda.

Karena itu, SAH meminta seluruh kader Gerindra dan pemerintah daerah di Provinsi Jambi mendukung penuh pelaksanaan program tersebut agar tepat sasaran dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Kita ingin MBG sukses di Jambi, bukan hanya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah serta pembuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)





Artikel Rekomendasi