Jamberita.com-Presiden terpilih Prabowo Subianto memilih melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Provinsi Aceh. Keputusan ini menjadi sorotan karena dilakukan di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan, kehadiran Prabowo di Aceh bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata empati kepada warga terdampak. Momentum Lebaran dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa negara hadir dalam situasi sulit.
“Beliau ingin merasakan langsung kebersamaan dengan masyarakat, terutama yang sedang diuji musibah,” ujar Menag.
Aceh sendiri diketahui menjadi salah satu wilayah yang terdampak bencana alam dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat perayaan Idulfitri tahun ini memiliki nuansa berbeda bagi sebagian warga.
Menag menilai, langkah Prabowo memiliki makna simbolik sekaligus strategis. Selain mempererat hubungan emosional antara pemimpin dan rakyat, kehadiran tersebut juga memberi dorongan moral bagi masyarakat untuk bangkit.
Tak hanya melaksanakan Salat Id, agenda di Aceh juga diisi dengan interaksi bersama warga serta peninjauan langsung kondisi di lapangan. Pemerintah berharap, momentum ini dapat memperkuat solidaritas sosial sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.
Kakorlantas: Volume kendaraan saat puncak arus balik capai 250 ribu
Polda Jambi Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan Saat Arus Balik Lebaran 2026
Lepas Mudik 1.431 Pekerja Panasonic, Menaker: Perusahaan Harus Memanusiakan Pekerja
Menaker : Hubungan Industrial Harus Dibangun atas Dasar Kepedulian
Jelang Lebaran, Kemnaker Koordinasikan Mudik Gratis bagi 12.690 Pekerja dan Ojol




Polda Jambi Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan Saat Arus Balik Lebaran 2026



