JAMBERITA.COM - Mantan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jambi, Taufik Yasak, melontarkan kritik pedas terhadap jajaran Direksi dan Komisaris Bank Jambi. Hal ini menyusul kembali terjadinya kasus pembobolan rekening nasabah yang diduga akibat serangan siber (hacker).
Taufik menilai, fasilitas mewah berupa gaji tinggi dan bonus besar termasuk jasa produksi yang melampaui tiga kali lipat gaji yang dinikmati petinggi Bank Jambi tidak sebanding dengan perlindungan terhadap dana nasabah.
Menurut Taufik, publik patut mempertanyakan efektivitas kerja manajemen dalam menjaga marwah bank plat merah tersebut. Ia mencium adanya ketimpangan antara kesejahteraan pejabat bank dengan realitas keamanan sistem perbankan yang rapuh.
"Perlu dipertimbangkan kembali keberadaan Komisaris dan Direksi saat ini. Gaji mereka besar, bonusnya luar biasa, bahkan jasa produksi bisa lebih dari tiga kali gaji. Tapi pertanyaannya, kenapa setiap tahun ada saja masalah? Mulai dari kebobolan ATM hingga kasus korupsi," tegas Taufik Yasak menyikapi persoalan Bank Jambi saat ini, Minggu (22/2/2026).
Insiden pembobolan rekening yang terus berulang mengindikasikan adanya kelemahan fundamental dalam sistem teknologi informasi (IT) dan pengawasan internal Bank Jambi. Taufik menegaskan bahwa nasabah tidak boleh terus-menerus menjadi pihak yang dirugikan sementara para petinggi tetap menikmati fasilitas tanpa evaluasi kinerja yang ketat.
Masalah Berulang, Pembobolan saldo, serangan siber, dan isu integritas. Tuntutan Evaluasi: Pemegang saham diminta mengevaluasi total struktur manajemen. Integritas Kelembagaan: Maraknya kasus hukum (korupsi) di masa lalu seharusnya menjadi momentum perbaikan, bukan pengulangan kesalahan.
"Jangan sampai uang rakyat dan nasabah hanya dijadikan alat untuk membiayai kemewahan pejabatnya, sementara sistem keamanannya keropos dan mudah ditembus peretas," tambah Taufik.
Taufik meminta pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk turun tangan lebih dalam melakukan audit forensik terhadap sistem keamanan Bank Jambi. Ia juga mendesak jajaran manajemen untuk lebih transparan dalam menjelaskan langkah mitigasi agar kasus serupa tidak menjadi "agenda rutin" tahunan yang merusak kepercayaan masyarakat Jambi.
"Ini bukan soal mantaince atau pemeliharaan. Pemeliharaan itu tidak perlu melakukan off line transaksi, masak sudah kejadian alasan maintance, sistim IT biasanya sudah ready work ada konsultan/vendor IT yang menanganinya,?" jelasnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Jambi belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik tajam yang dilayangkan oleh mantan orang nomor satu di Ombudsman Jambi tersebut maupun terkait peristiwa yang menghebohkan nasabah ini.(afm)
Hasil Tentatif Pemira UNJA Sengit! Paslon 1 Unggul Tipis, Kubu Paslon 2 Siap-Siap Ambil Langkah?
Pertama di Indonesia! UNJA Gelar Pemira E-Voting Serentak dengan Sistem Sengketa Resmi
Detik-Detik Menegangkan Menjelang Pukul 14.00 WIB: Siapa Pemimpin Baru Mahasiswa UNJA?
Setelah Gempar Uang Nasabah di Bank Jambi Dibobol, Kini Sistem Jaringan Mendadak Mati
Rapor Merah MCP KPK Kota Jambi:Pengelolaan Aset Terburuk se Provinsi, Penganggaran Nyaris Juru Kunci
Progres Pemeliharaan Jalan Ranah Pemetik Capai 45 Persen, UPTD WDP Tinjau Lapangan

