Rahasia Tetap Glowing & Lansing Saat Ramadhan 1447 H ala Dr. Dwi KlinikU Jambi



Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:46:50 WIB



Foto : Dr Dwi KlinikU Jambi (Kiri).
Foto : Dr Dwi KlinikU Jambi (Kiri).

JAMBERITA.COM - Menjalankan ibadah puasa bukan berarti tubuh harus terasa lemas atau kulit menjadi kusam. Dr. DWI dari KlinikU Jambi baru-baru ini membagikan "resep rahasia" melalui akun TikTok-nya tentang bagaimana menjaga kebugaran, mencerahkan kulit wajah, hingga meraih berat badan ideal selama bulan suci Ramadhan.

Dikenal ramah dalam menyapa followers lama maupun baru, Dr. Dwi menekankan bahwa kunci utamanya ada pada manajemen asupan karbohidrat dan hidrasi dengan pola yakni Sahur Pintar untuk mengindari karbo berat. Banyak orang mengira makan nasi porsi besar saat sahur akan memberikan energi lebih lama. Namun, Dr. Dwi justru menyarankan sebaliknya.

"Batasi karbohidrat kompleks, contoh konsumsi berlebih nasi, mie, kentang saat sahur. Fokus pada asupan air putih yang cukup dengan nutrisi tambahan konsumsi suplemen atau vitamin untuk memastikan kebutuhan mikro-nutrisi tubuh tetap terpenuhi hingga maghrib," paparnya, Sabtu (21/1/2026).

Kesalahan fatal saat berbuka adalah langsung menyantap makanan berat dan manis secara berlebihan. Dr. Dwi pun membagikan rutinitasnya untuk tetap awet muda dengan menu pembuka awali dengan jus kaya nutrisi dan air putih. Hindari sirup atau minuman tinggi gula.

Stop Gorengan atau menghindari makanan berminyak adalah kunci kulit tetap cerah dan bebas jerawat dan menjaga porsi nasi. "Dulu saya makan nasi bisa tiga porsi, sekarang cukup satu kali saja," ungkapnya. Karbohidrat berlebih saat buka justru memicu lonjakan gula darah yang membuat tubuh cepat lapar lagi.

Jika lapar melanda menjelang pukul 22.00 WIB, pilihlah buah-buahan segar daripada camilan tinggi kalori. Dalam live itu, Staf KlinikU Jambi juga memberikan testimoni bahwa Dr. DWI tetap terlihat sangat bersemangat dan tidak lemas meski sedang berpuasa. Rahasianya ternyata adalah konsistensi.

"Allah memberikan kesempatan untuk kita mendetoks diri sendiri, jadi jangan sampai buka puasa jadi waktu untuk makan secara boros," tuturnya.

Selain saat Ramadhan, beliau rutin menjalankan puasa Senin-Kamis. Kebiasaan ini membuat tubuhnya terbiasa melakukan pembersihan diri (detoks alami) secara berkala, sehingga metabolisme tetap terjaga dengan baik.

Adapun tips tambahan dari KlinikU sebagai berikut. Ganti takjil yang berlebihan dengan kudapan sederhana (seperti kue lumpia secukupnya). ?Segerakan ibadah shalat setelah membatalkan puasa agar perut tidak langsung "terkejut" dengan porsi makan besar.

Dengan mengikuti pola makan ala Dr. Dwi ini, Ramadhan bukan hanya menjadi ladang pahala, tetapi juga momen terbaik untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih sehat dan fresh.(afm)





Artikel Rekomendasi