Hilal 1 Ramadhan 1447 H di Jambi Belum Terlihat, Keputusan Tunggu Sidang Isbat Kemenag Pusat



Selasa, 17 Februari 2026 - 19:25:41 WIB



Foto : Pemantauan Hilal di Lantai 12 Gedung Mahligai.
Foto : Pemantauan Hilal di Lantai 12 Gedung Mahligai.

JAMBERITA.COM - Pantauan Tim Rukyatul hilal Kemenag Provinsi Jambi memutuskan bahwa hilal 1 Ramadhan 1447 H belum terlihat, sehingga keputusan menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar Kementerian Agama Pusat, Selasa (17/1/2026) malam ini.

Dikatakan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi Mahbub Daryanto ini dikarenakan ketinggian hilal Kota Jambi masih dibawah ufuk yaitu -1 derajat 04 menit 02 derik, sudut elongasi bulan 1 derajat 00 menit 47 detik, umur bulan -0 derajat 04 menit 16,13 detik.

"Kondisi Hilal Kota Jambi belum memenuhi kriteria Baru Mabims (Neo Mabims) di mana Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura menyepakati kriteria imkanur rukyat (kemungkinan bulan bisa dirukyat) apabila telah memenuhi syarat minimal tinggi bulan di atas 3 derajat, dan sudut elongasi bulan 6,4 derajat. Secara umum, Hilal belum wujud dan tidak memenuhi kriteria Neo Mabims di seluruh wilayah Indonesia," paparnya.

Kegiatan Rukyatul Hilal dilaksanakan darl mulai persiapan pukul 16.00 s.d. 19.00 WIB Selasa 17 Februari 2026 M / 29 Sya'ban 1447 H bertempat di Gedung Mahligai Bank 9 Jambi, Kota Jambi dengan titik koordinat : = 18 36' 34,02" LS, ^ = 103° 35'0,45" BT, Tinggi markas =76,5 meter di atas permukaan laut (dp)

"Ketinggian Hilal Kota Jambi masih di bawah ufuk, yaitu -1 derajat 04 menit 02 detik, sudut elongasi bulan 1 derajat 00 menit 47 detik, umur bulan - 0 Derajat 04 menit 16,13 detik," ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan bulan oleh Tim Falakiyah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi pada saat sebelum terbenam Matahari adalah pada pukul 18:19:00 - 18:24:16 WIB, 

"Pengamatan bulan oleh Tim Falakiyah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi pada saat Matahari terbenam pukul 18.24:16 WIB dilakukan sebagai bentuk mengambil sunnah Rukyatul Hilal, karena memang secara hisab Hilal di Provinsi Jambi belum wujud, maka kami sampaikan hasilnya; bahwa hilal tidak terlihat," terangnya.

Penampakan eksistensi hilal, dipengaruhi beberapa hal seperti ketinggian Hilal sendiri, faktor cuaca pada saat hilal muncul, bila kondisi mendung, hujan, atau tertutup awan/kabut maka tidak akan terlihat, 

"Hasil rukyatul hilal yang dilaksanakan oleh Tim Falakiyah provinsi Jambi sebelum dilaporkan kepada Kementerian Agama RI telah diambil sumpahnya oleh Hakim Tunggal melalui Panitera Pengganti Pengadilan Agama Kota Jambi setelah melakukan rukyatul hilal," jelasnya.

Hasil Rukyatul Hilal ini segera dilaporkan ke Tim Falakiyah Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia; 

"Kondisi Hilal yang masih belum wujud saat ini, menyebabkan bulan Sya'ban akan di istikma (digenapkan menjadi 30 hari) dan 1 Ramadhan 1447 H / 2026 M akan jatuh pada hari Kamis 19 Maret 2026 M. Namun, untuk keputusan secara resmi mari bersama-sama kita menunggu keputusan Pemerintah c.q. Menteri Agama RI," tambanya.

"Semoga bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M ini menjadi bulan yang penuh keberkahan bagi kita umat Islam. Aamiin Selamat menjalankan ibadah puasa bulan ramadhan 1447 H/2026 M, semoga Allah terima amal ibadah kita semua," harapnya.(tts)





Artikel Rekomendasi