JAMBERITA.COM— Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menciptakan efek berantai yang luas bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Sutan Adil Hendra, sejak MBG mulai dijalankan secara bertahap, permintaan terhadap bahan pangan lokal seperti beras, sayur-mayur, telur, daging, hingga produk olahan UMKM meningkat signifikan. Rantai pasok yang melibatkan petani, peternak, pedagang pasar, hingga pelaku usaha katering lokal membuat perputaran uang terjadi langsung di daerah.
“MBG ini bukan sekadar program sosial. Ini adalah instrumen ekonomi riil. UMKM kita mendapat order rutin, petani punya kepastian pasar, dan tenaga kerja lokal terserap. Dampaknya terasa sampai ke desa-desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pola pelibatan UMKM sebagai pemasok utama dapur MBG membuat pelaku usaha kecil tidak lagi bergantung pada penjualan harian yang fluktuatif. Kontrak penyediaan bahan pangan dan makanan siap saji memberi kepastian pendapatan, sekaligus mendorong UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas kemasan, hingga tata kelola usaha.
Lebih jauh, Sutan menilai MBG telah menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis konsumsi domestik. Ketika ribuan porsi makanan diproduksi setiap hari, maka kebutuhan logistik, transportasi, hingga pengemasan ikut bergerak. “Ini multiplier effect yang nyata. Satu program, tapi menghidupkan banyak sektor,” katanya.
Ia juga menyoroti peluang besar bagi UMKM Jambi untuk naik kelas melalui MBG. Dengan standar kebersihan, mutu bahan, dan ketepatan distribusi yang diterapkan dalam program ini, pelaku UMKM didorong beradaptasi dengan praktik bisnis yang lebih profesional. Dalam jangka menengah, hal tersebut diyakini akan memperkuat daya saing UMKM daerah, tidak hanya untuk pasar lokal, tetapi juga regional.
Sutan Adil Hendra berharap pemerintah daerah terus aktif memfasilitasi UMKM agar bisa terlibat lebih luas dalam program MBG, mulai dari pendampingan perizinan, akses pembiayaan, hingga pelatihan manajemen usaha. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan komunitas UMKM menjadi kunci agar manfaat ekonomi MBG bisa berkelanjutan.
“Kalau ini dikelola konsisten, MBG bisa menjadi lokomotif ekonomi rakyat. Bukan hanya menyehatkan generasi muda, tapi juga menguatkan fondasi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah,” pungkasnya.(*)
Hilal 1 Ramadhan 1447 H di Jambi Belum Terlihat, Keputusan Tunggu Sidang Isbat Kemenag Pusat
BREAKING NEWS: Tim Falakiyah Jambi Pantau Hilal 1 Ramadhan 1447 H di Gedung Mahligai Bank 9 Jambi
Tatap Jambi 2030, Ivan Wirata Tempuh Disertasi Doktor Ekonomi demi Target APBD Rp7 Triliun
Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, SAH minta pemda antisipasi lonjakan harga pangan jelang Ramadan
SAH Ajak Perbanyak Amalan dan Ibadah, Siapkan Diri Sambut Ramadan
SAH Ungkap Data, MBG Habiskan 19 Ribu Sapi per Hari, Visi Prabowo Gerakkan Ekonomi Rakyat

Hilal 1 Ramadhan 1447 H di Jambi Belum Terlihat, Keputusan Tunggu Sidang Isbat Kemenag Pusat



