Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, SAH minta pemda antisipasi lonjakan harga pangan jelang Ramadan



Minggu, 15 Februari 2026 - 11:49:11 WIB



JAMBERITA.COM— Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM atau SAH, meminta pemerintah daerah bergerak lebih cepat mengantisipasi potensi kenaikan harga tak wajar kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan. Ia menilai, pola musiman ini hampir selalu terjadi setiap tahun akibat meningkatnya permintaan, terganggunya distribusi, hingga praktik spekulatif di tingkat pedagang.

Menurut Sutan Adil Hendra, langkah preventif jauh lebih efektif dibanding reaktif. Pemerintah daerah diminta memperkuat pengawasan rantai distribusi, memastikan ketersediaan stok pangan strategis seperti beras, gula, minyak goreng, cabai, dan bawang, serta mengintensifkan operasi pasar bila ditemukan gejolak harga di lapangan.

 “Kenaikan boleh saja mengikuti mekanisme pasar, tetapi kalau sudah tidak rasional, negara harus hadir. Jangan sampai masyarakat kecil menanggung beban berlipat saat memasuki Ramadan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor, mulai dari dinas perdagangan, dinas pertanian, Bulog, hingga aparat pengawas, agar tidak ada celah permainan harga. Di sisi hulu, HKTI mendorong pemda memaksimalkan serapan hasil petani lokal untuk menjaga pasokan sekaligus melindungi pendapatan petani. Di sisi hilir, transparansi data stok dan harga harian perlu dibuka ke publik agar masyarakat memiliki referensi yang jelas.

Lebih lanjut, Sutan Adil Hendra menilai stabilitas harga pangan adalah bagian dari menjaga daya beli dan inflasi daerah. Karena itu, ia mengusulkan pemetaan komoditas rawan, penetapan buffer stock di wilayah sentra konsumsi, serta percepatan distribusi antar-kabupaten jika terjadi kekurangan pasokan. 

“Dengan langkah terukur, kita bisa menekan lonjakan harga sekaligus memastikan petani tetap mendapatkan harga yang layak,” ujarnya.

HKTI Jambi berharap pemerintah daerah segera menyiapkan paket kebijakan terpadu jelang Ramadan, termasuk operasi pasar murah berbasis komoditas lokal. Tujuannya sederhana: menjaga harga tetap terjangkau, pasokan aman, dan momentum Ramadan berjalan tanpa tekanan ekonomi berlebihan bagi masyarakat.(*)





Artikel Rekomendasi