JAMBERITA.COM – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Kantor Wilayah (Kanwil) Perum Bulog Jambi bergerak cepat memastikan stabilitas pasokan pangan di tengah masyarakat. Bulog mengeklaim ketersediaan stok beras saat ini mencukupi untuk kebutuhan hingga tiga bulan mendatang.
Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Kanwil Perum Bulog Jambi, Ahmad Muzajjad Faqihuddin, mengungkapkan bahwa stok beras yang dikuasai saat ini mencapai 9.976.070 kilogram. Selain itu, tersedia pula stok komoditas pendukung lainnya dalam jumlah besar.
"Ketahanan komoditas beras kami masih sangat aman. Jika penyaluran rata-rata 3.000 ton per bulan, maka stok yang ada cukup untuk tiga bulan ke depan," ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Secara rinci, stok yang tersedia di gudang Bulog Jambi meliputi beras 9.976.070 ton, beras premium 395 ton, minyak Goreng 562.309 liter, jagung unggul (PSO) 523 ton, gula pasir 15 ton dan daging 5,5 ton.
Guna meredam potensi lonjakan harga selama bulan puasa, Bulog Jambi mengintensifkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Ahmad menyebutkan, distribusi dilakukan ke berbagai lini pasar. "Kami rutin menyalurkan beras SPHP ke toko-toko, pasar tradisional, ritel modern, hingga Alfamart dan Indomaret dengan jumlah perharinya sekitar kurang lebih 200 ton," jelasnya.
Tak hanya distribusi rutin, Bulog juga bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara berkala. "Jadwal operasi pasar akan diumumkan melalui dinas terkait atau melalui pamflet di tiap daerah. Biasanya kami gelar satu hingga dua kali seminggu," tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Bulog juga menggandeng Tim Ditreskrimsus Polda Jambi untuk melakukan pengawasan harga melalui tim siber pengendalian harga di pasar-pasar. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya praktik spekulan yang merugikan konsumen.
Ahmad memprediksi permintaan masyarakat akan meningkat tajam pada komoditas tertentu selama Ramadan. "Yang paling banyak diminati nomor satu tetap beras untuk kebutuhan zakat, ada orang membuat ketupat, diikuti minyak goreng, gula pasir, dan daging," tutupnya. (tts)
Artikel Rekomendasi