JAMBERITA.COM, MUARO JAMBI – Di tengah hangatnya suasana pengajian rutin warga Desa Tarikan, sebuah gerakan kesehatan lahir dari tangan dingin para mahasiswa KKN Universitas Baiturrahim (UBR) Posko 06. Bukan sekadar penyuluhan medis biasa, mahasiswa hadir dengan misi khusus, menanamkan empati sembari menggaungkan Edukasi GEMAS (Gerakan Masyarakat Anti Diabetes), pada Jumat (23/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menyasar penderita Diabetes Melitus (DM) dan para anggota pengajian. Mahasiswa tidak hanya berdiri di depan untuk berorasi, tetapi duduk bersimpuh bersama ibu-ibu, mendengarkan keluh kesah mereka tentang sulitnya menjaga pola makan dan rutin mengonsumsi obat di usia senja.
Bagi penderita diabetes, kepatuhan pengobatan adalah tantangan besar. Mahasiswa KKN UBR menyadari bahwa edukasi tidak akan sampai ke hati jika tidak dibarengi dengan empati. Melalui pendekatan humanis, mereka menjelaskan bahwa menjaga kadar gula darah adalah bentuk rasa syukur atas nikmat sehat yang diberikan Tuhan.
"Kami ingin ibu-ibu di sini tidak merasa terbebani dengan penyakitnya. Diabetes bisa dikontrol asalkan kita disiplin dan saling mendukung antar sesama anggota pengajian," ujar salah satu mahasiswa KKN dengan ramah.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, mahasiswa Posko 06 membagikan langkah praktis "GEMAS" yang mudah diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga. Pertama, G-unakan Jadwal Obat, untuk mengingatkan pentingnya tidak melewatkan satu dosis pun obat diabetes agar gula darah tetap stabil.
Kemudian, E-nyahkan Makanan Manis dengan mengganti camilan tinggi gula dengan buah-buahan atau sayuran segar saat kumpul pengajian. Selanjutnya, M-ulai Gerak Aktif, Ibu ibu pengajian diimbau untuk melakukan aktivitas fisik ringan secara konsisten, setidaknya 15-30 menit setiap hari.
Selanjutnya, A-wasi Luka, dengan edukasi pencegahan luka pada kaki yang sering menjadi momok bagi penderita DM dan S-elalu Periksa Rutin, Mahasisea KKN mengajak warga untuk tidak takut memeriksakan kadar gula darah secara berkala ke layanan kesehatan terdekat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ns. Muhammad Hidayat, M.Biomed., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah laboratorium kehidupan bagi mahasiswa. Kampus berharap mahasiswa dapat mengasah sikap profesional dan empati yang tinggi sebelum nantinya terjun menjadi tenaga kesehatan masa depan.
"Gebrakan ini bukan hanya soal angka gula darah yang turun, tapi soal bagaimana mahasiswa kami hadir menjadi bagian dari solusi di masyarakat. Kami ingin kerja sama antara UBR dan Desa Tarikan terus terjalin erat demi meningkatkan derajat kesehatan warga," ungkap Pak Hidayat.
Dengan hadirnya program GEMAS, diharapkan ibu-ibu pengajian di Desa Tarikan kini lebih waspada dan mampu menjadi agen perubahan dalam keluarga untuk memutus rantai risiko diabetes sejak dini.(afm)
Pelantikan HKTI Jambi, Wamentan Sudaryono Ceritakan Kedekatan Sutan Adil Hendra dengan Presiden Prab
Komnas HAM Bakal Temui Gubernur Al Haris Bawa Daftar Dugaan Pelanggaran HAM di Jambi, Ini Jadwalnya
Perkuat Hak Kelompok Rentan, Kanwil Kemenkum Jambi Gelar Sinkronisasi Kebijakan Disabilitas & Lansia
Edukasi 'SAPA' dari Mahasiswa KKN UBR : Resep Jitu Kepada Warga Desa Tarikan Tangkal ISPA Akut
Mahasiswa KKN UBR Jambi 'Tangkis' Anemia di Sumber Jaya: Investasi Kesehatan Remaja - Masa Kehamilan


Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang



