Edukasi 'SAPA' dari Mahasiswa KKN UBR : Resep Jitu Kepada Warga Desa Tarikan Tangkal ISPA Akut



Selasa, 27 Januari 2026 - 10:57:36 WIB



Foto : Pelaksanaan KKN UBR Jambi.
Foto : Pelaksanaan KKN UBR Jambi.

JAMBERITA.COM, MUARO JAMBI – Kesehatan saluran pernapasan menjadi fokus utama Mahasiswa KKN Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi Posko 06 di Desa Tarikan. Melalui program inovatif bertajuk Edukasi SAPA (Sadar Antisipasi Pencegahan Akut ISPA), para mahasiswa terjun langsung memberikan pemahaman krusial kepada masyarakat pada Jumat (23/01/2026).

Bertempat di kediaman warga RT.10, kegiatan ini menyasar kelompok rentan, yakni penderita diabetes dan anggota pengajian rutin. Pemilihan sasaran ini bukan tanpa alasan, penderita komorbid seperti diabetes memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi jika terpapar infeksi saluran pernapasan.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa ISPA sering kali dianggap sebagai batuk pilek biasa, namun jika tidak ditangani dengan tepat, dapat berakibat fatal. Edukasi ini mencakup pengenalan gejala awal, penyebab polusi udara dalam ruangan, hingga pentingnya sirkulasi udara yang baik di rumah.

"Masyarakat diharapkan tidak hanya tahu, tapi sadar. Sadar akan kebersihan diri dan mampu melakukan deteksi dini agar penularan di tingkat keluarga, terutama pada balita dan lansia, bisa ditekan," ujar salah satu perwakilan mahasiswa Posko 06.

Sebagai buah tangan edukasi, mahasiswa KKN UBR memberikan nasehat praktis atau "resep" yang bisa diterapkan sehari-hari oleh warga Desa Tarikan, Etika Batuk yang Benar: Selalu menutup mulut dengan lengan dalam atau tisu saat bersin dan batuk untuk memutus rantai penularan.

Nutrisi Penunjang Imun: Mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh, terutama bagi penderita diabetes. Ventilasi '.Sehat' : Memastikan jendela rumah dibuka setiap pagi agar terjadi pertukaran udara segar. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS): Menjadikan cuci tangan sebagai budaya sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar rumah. Gunakan Masker di Area Berdebu: Melindungi saluran pernapasan dari iritasi fisik yang bisa memicu infeksi.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan, Ns. Muhammad Hidayat, M.Biomed. Pihak kampus berharap melalui program SAPA ini, mahasiswa tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban akademik, tetapi benar-benar mengasah kepedulian sosial dan kemampuan komunikasi dalam menyelesaikan masalah kesehatan di lapangan.

"Kami ingin terjalin kerja sama yang berkelanjutan. Mahasiswa membawa ilmu dari kampus, dan masyarakat memberikan pengalaman nyata. Tujuannya satu: meningkatkan kualitas kesehatan warga Desa Tarikan secara kolektif," kata perwakilan Posko 06. Dengan adanya edukasi SAPA ini, warga RT.10 Desa Tarikan kini lebih siap dan waspada dalam menjaga napas sehat untuk masa depan yang lebih bugar.(afm)





Artikel Rekomendasi