JAMBERITA.COM - Dunia pendidikan di Provinsi Jambi kembali digegerkan oleh insiden kekerasan. Seorang oknum guru berinisial A dan sejumlah pelajar di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Kecamatan Berbak, terlibat perkelahian fisik (adu jotos) di lingkungan sekolah pada Rabu (14/1/2026).
Insiden yang sempat terekam kamera dan viral di media sosial ini menunjukkan aksi saling pukul antara sang guru dan beberapa siswa. Situasi semakin mencekam setelah beredar video yang memperlihatkan oknum guru tersebut mengayunkan dua bilah celurit besar ke arah pelajar sembari melontarkan ancaman.
Kronologi Kejadian
Ketegangan diduga bermula dari kekecewaan mendalam para siswa terhadap metode pembelajaran dan pendisiplinan yang diterapkan oleh A, yang merupakan guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Puncaknya, perkataan tidak wajar yang dilontarkan sang guru memicu kemarahan siswa hingga terjadi bentrokan fisik.
Karena kalah jumlah, oknum guru tersebut sempat melarikan diri ke dalam ruang kantor guru untuk menghindari amukan massa pelajar yang semakin beringas.
Camat Berbak, Nopi Ariansyah, mengungkapkan bahwa konflik antara oknum guru ini dengan para pelajar ternyata bukan yang pertama kalinya. "Informasi yang kami terima, ini sudah ketiga kalinya mereka berkelahi. Dua kali sebelumnya terjadi di luar sekolah dan tidak tuntas penyelesaiannya. Yang ketiga ini terjadi di dalam sekolah," ujar Nopi, Rabu (14/1).
Pihak kecamatan bersama TNI dan Polri kini tengah berupaya melakukan mediasi di lingkungan sekolah guna mencegah aksi balasan. Namun, proses mediasi pertama sempat terkendala karena oknum guru dan pelajar yang terlibat tidak hadir di lokasi.
Pihak Polsek Berbak telah mengamankan sejumlah pelajar untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Rencananya, akan dilakukan upaya perdamaian formal agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali kondusif.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjung Jabung Timur, Sapril, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden memalukan ini. Ia menyesalkan tindakan kekerasan yang seharusnya tidak terjadi di lembaga pendidikan.
"Sangat menyesali perbuatan yang terjadi di SMK Negeri 3. Saya sudah berkomunikasi dengan Camat Berbak dan menyerahkan sepenuhnya proses mediasi kepada pihak kecamatan, TNI, dan Polri," tegas Sapril.
Poin Utama Insiden:
Lokasi: SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi. Pemicu: Kekecewaan siswa atas metode pembelajaran dan ucapan kasar oknum guru. Eskalasi: Guru diduga mengancam siswa menggunakan senjata tajam (celurit).
Status: Sedang dalam proses mediasi oleh aparat penegak hukum dan pemerintah setempat. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi instansi pendidikan di Jambi mengenai pentingnya etika komunikasi antara tenaga pendidik dan siswa, serta pengawasan ketat terhadap pola kedisiplinan di sekolah.(afm/sn)
Kehadiran Sekolah Rakyat Jadi Terobosan Besar Presiden Prabowo di Bidang Pendidikan
Presiden Prabowo Dorong Perluasan Sekolah Rakyat, Mensos: Tambah 100 Sekolah per Tahun
Mobil Pajero Tabrak Pagar Mapolda Jambi, Pengemudi Positif Narkoba dan Miras
Wujudkan SDM Unggul, UBR Jambi dan Pemkab Bungo Resmi Jalin Sinergi Strategis
Pengamat: Sikap Hati-Hati Kadis PUTR Batang Hari Merupakan Kewajiban Regulasi, Bukan Tertutup
Jelang Putusan Sengketa Informasi IC, Kadis PUTR Batang Hari : Ini Soal Kehati-hatian & Amanah






Mobil Pajero Tabrak Pagar Mapolda Jambi, Pengemudi Positif Narkoba dan Miras



