JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi Al Haris resmi mengumumkan Upah Minuman Provinsi (UMP) dan Kabupaten (UMK) Tahun 2026. Penetapan ini wajib dipatuhi semua perusahaan.
Penetapan itu telah sesuai dengan hasil kesepakatan yang dibuat oleh Dewan Pengupahan Provinsi Jambi. "Harus dipatuhi semua perusahaan dan memang tugas kita memberikan kesejahteraan dan harapan yang baik terhadap masa depan pekerja di Jambi," katanya, Rabu (24/12/2025) kemarin.
Ia merinci besaran kenaikan UMP Jambi naik sebesar 7,3 persen menjadi Rp3,4 juta. Kenaikan juga berlaku pada Upah Minuman Sektroral Provinsi (UMSP) perkebunan dan pertambangan minyak dan gas yang naik 8,3 persen menjadi Rp3,5 juta.
Selain di tingkat provinsi, sejumlah kabupaten dan kota turut menetapkan upah 2026. UMK Kabupaten Muaro Jambi naik 8 persen (Rp3,6 juta), Tanjung Jabung Barat 6,6 persen (Rp3,5 juta), Tanjung Jabung Timur 7,7 persen (Rp3,4 juta), Kota Jambi 7,2 persen (Rp3,8 juta), dan Kabupaten Sarolangun 6,3 persen (Rp3,5 juta).
Gubernur menjelaskan terdapat enam wilayah di Provinsi Jambi yang akan menggunakan acuan UMP karena tidak memberikan usulan akibat belum memiliki Dewan Pengupahan.
Enam daerah itu adalah Kabupaten Batang Hari, Tebo, Bungo, Merangin, Kerinci, dan Kota Sungai Penuh. "Kabupaten/kota yang tidak memberikan usulan artinya tetap menggunakan UMP Provinsi Jambi. Lima daerah tidak mengusulkan artinya ikut UMP Provinsi Jambi," katanya. (*)
RS Anisa Kota Jambi Bantah Tuduhan Penelantaran Pasien Ibu Hamil Asal Tanjabbar, Ini Kronologisnya
Pena Pengasih di Tengah Kabut : Langkah Nyata Ratu Munawaroh Untuk Napas Jambi
Sentuhan Kasih di Rumdis Bupati Batang Hari : Zulva Fadhil Salurkan Tali Asih untuk Korban Bencana
Hesti Haris Kepada Kaum Ibu di Jambi : Terus Berkiprah, Berdaya dan Beri Manfaat
14 Tahun Mengaspal Bersama, Honda Vario Club Jambi Perkuat Solidaritas Komunitas
Taruna Akpol Bantu Jemaat HBBP hingga Gatur Lalin Ops Lilin 2025
RS Anisa Kota Jambi Bantah Tuduhan Penelantaran Pasien Ibu Hamil Asal Tanjabbar, Ini Kronologisnya


