JAMBERITA.COM - Kota Jambi berduka. Sebuah kisah pilu menyelimuti Jumat, 12 Desember 2025, ketika intensitas hujan yang tinggi merenggut nyawa seorang bocah perempuan berusia empat tahun, Aisyah Zoerlida Nuzul Perkasa. Aisah, yang tak berdosa, terseret arus deras saat bermain, mengakhiri perjalanan singkatnya di dunia dalam tragedi yang memilukan.
Aisyah adalah buah hati dari Tuan Nuzul Perkasa (Alm) dan Nyonya Nurlida. Takdir telah menguji Aisyah sejak dini; hanya dua minggu setelah kelahirannya, ia harus kehilangan sosok ayah kandungnya, Nuzul Perkasa bin Zoerman Manap.
Bersama sang Ibunda, seorang dosen yang tangguh, Aisyah melanjutkan hidup. Hingga akhirnya, kehangatan keluarga kembali hadir melalui ayah sambungnya, yang sehari-hari mengemban tugas sebagai ketua RT. Sosok ini hadir untuk melengkapi dan melindungi Aisyah serta ibunya.
Dalam rentang waktu yang singkat dan penuh perjuangan, Ibu dan Ayah sambung Aisyah sedang berjuang keras mendirikan sebuah 'istana megah' rumah impian yang didedikasikan sepenuhnya untuk Aisah. Sebuah simbol kasih sayang dan harapan akan masa depan yang bahagia.
"Kami lagi bangun rumah baru selesai hari ini, kemarin ada teman datang sempat bilang jual aja rumah nya bu. Lalu Aisyah marah, nggak boleh jual, ini rumah adek satu satunya, nggak boleh," ucap Ibunya saat Jum'at (12/12) malam sekitar dini hari saat disambangi pihak keluarga Alm Ayahandanya di Kediamannya.
Namun, takdir berkata lain. Di tengah pembangunan hunian yang belum rampung, yang belum sempat ia pijak sebagai tempat tinggalnya, Aisyah dipanggil pulang. Pencarian dramatis berakhir kemarin sore hingga malam dan belum ditemukan. "Rencananya dia minta malam ini mau tidur tempat neneknya, makanya semua baju nya sudah saya bawa kesini," kata Ibunya lagi , saat malam kemarin.
Setelah pagi ini, Sabtu (13/12) Jasad mungil Aisyah ditemukan sekitar 5 kilometer dari lokasi terakhir ia bermain, dalam kondisi tak bernyawa. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Kepergian Aisyah Zoerlida Nuzul Perkasa bukan hanya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, tetapi juga menyentuh hati seluruh warga Jambi, mengingatkan kita akan kerapuhan hidup dan bahaya bencana alam yang mengintai. "Aisyah meninggal, sudah ditemukan, dimakam bersebelahan dengan Ayahnya Nuzul di makam keluarga, Bertam," kata saudara dekat Nuzul Perkasa.
Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim.
Semoga Engkau menerima Aisyah Zoerlida Nuzul Perkasa sebagai penghuni Surga-Mu yang abadi. Tempatkanlah ia, hamba-Mu yang suci dan tak berdosa, di taman-taman indah-Mu, bersama para anak-anak shalih. Kuatkanlah hati kedua orang tua yang ditinggalkan, berilah mereka kesabaran dan keikhlasan yang tak terhingga. Jadikanlah Aisah sebagai penjemput dan penerang jalan bagi mereka di akhirat kelak. Aamiin ya Rabbal Alamin.(afm)
Perancang Kanwil Kemenkum Jambi Kawal Penuntasan Ranperda Insentif & Kemudahan Penanaman Modal
Komitmen Selesaikan Proyek Pembangunan, UNJA Tindaklanjuti Rekomendasi BPKP
Pertamina : Informasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merk Tertentu per 1 Juni 2026, Tidak Benar!
Ombudsman RI Jambi : Pejabat Publik Wajib Terbuka dan Responsif!
Dua Pejabat Mundur di Tengah Penyidikan Kasus DAK, Sekda Jambi : Kita Hormati Proses Hukum
Perancang Kanwil Kemenkum Jambi Kawal Penuntasan Ranperda Insentif & Kemudahan Penanaman Modal

