JAMBERITA.COM – Korps Penyuluh Antikorupsi Jambi (KOPAJA) berhasil menorehkan prestasi membanggakan setelah menerima penghargaan dari KPK dalam acara Temu Aksi Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (TAPAKSIAPI) tahun ini.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi KPK terhadap forum dan komunitas Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) serta Ahli Pembangun Integritas (API) yang dinilai aktif dan berperan signifikan dalam upaya pencegahan korupsi di daerah.
Dari puluhan forum yang ada di seluruh Indonesia, KOPAJA Jambi menjadi salah satu dari 21 forum terpilih yang menerima penghargaan, menyisihkan lebih dari 50 forum yang dievaluasi oleh KPK.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen dan efektivitas gerakan antikorupsi yang diinisiasi oleh KOPAJA yang secara simbolis piagam penghargaan diterima langsung oleh Ketua KOPAJA Mat Sanusi di Aula Gedung Pracimasono, Komplek Kepatihan Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta, Jalan Malioboro Yogyakarta, Minggu (7/12/2025).
Mat Sanusi menyatakan, penghargaan yang diterima KOPAJA diharapkan dapat memicu semangat bagi seluruh anggota dan komunitas antikorupsi lainnya di Jambi, untuk terus memperluas jangkauan edukasi dan pencegahan korupsi di tengah masyarakat.
"Forum-forum yang meraih apresiasi ini dianggap telah menjalankan berbagai program kreatif, aktif, dan inspiratif yang mampu menumbuhkan kesadaran serta budaya antikorupsi pada berbagai lapisan masyarakat," jelasnya. TAPAKSIAPI sendiri adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan KPK sebagai momentum konsolidasi, sinergi, dan apresiasi bagi para agen perubahan antikorupsi di seluruh tanah air.
Pimpinan KPK Ibnu Basuki meyakini bahwa pemberantasan korupsi tidak mungkin dilakukan hanya oleh satu lembaga atau satu kelompok saja. Korupsi adalah masalah yang sistemik sehingga solusinya pun harus bersifat kolektif, terstruktur dan berkelanjutan.
"Disinilah peran serta para penyuluhan anti korupsi dan ahli membangun integritas yang menjadi sangat strategis, seperti kita ketahui bersama di dalam pasal 1 butir 3 bahwa dalam melaksanakan pemberantasan tidak pidana korupsi itu kita melalui tiga sulah, pendidikan pencegahan penindakan, bersama peran serta masyarakat," katanya.
Pemberantasan tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat penegak hukum senditi, karena aparat penegak hukum itu hanya sedikit, tetapi dengan melibatkan peran serta masyarakat termasuk forum ini yang Insyaallah akan terus mengelorakan semangat anti korupsi dan sampai ke dasar, ke masyarakat yang kadang tidak terjangkau.
"Maka dari itu kami sangat mengucapkan terima kasih atas peran serta saudara-saudara yang ihkalas membaktikan darmanya kepada Ibu Pertiwi sehingga seruan anti korupsi tetap berlanjut dan tidak berhenti dalam suatu waktu di suatu tempat tapi terus berlanjut," tegasnya.
Selanjutnya Pimpinan KPK itu juga menekanan agar forum tersebut perkuat kolaborasi dan sinergi, senagai penyuluh anti korupsi dan ahli pembangunan integritas harus menjadi motor penggerak dan menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas dan kelompok masyarakat. "Hanya dengan bersatu dan bergerak bersama upaya pencegahan bisa membesar dan mengakar. Kemudian hadirkan program yang relevan dan berdampak," pintanya.
Tantangan anti korupsi di era digital menghadirkan peluang sekaligus resiko baru, oleh karena itu pendekatan edukasi dan pembangunan integritas harus adaptif, kreatif dan mengikuti perkembangan zaman. "Jadikanlah integritas sebagai budaya bukan sekedar pengetahuan, gerakan anti korupsi akan menjadi kuat jika nilai-nilai integritas tumbuh menjadi kebiasaan, mulailah dari hal yang kecil dari lingkungan terdekat, dan terus sebarkan teladan keteladanan adalah pendidikan yang paling efektif," tuturnya.
Ibnu juga meminta agar penyuluh antikorupsi terus memperkuat kelembagaan forum yang telah menjadi wadah strategis untuk konsolidasi, penguatan kapasitas." KPK mendorong agar forum semakin solid, mandiri dan mampu memperluas jangkauan edukasi di seluruh Indonesia," harapnya.
Momentum HAKORDIA, bukan hanya peringatan saja, tetapi panggilan untuk memperkuat komitmen bersama ingin memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan hari ini akan menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang, generasi yang hidup dalam negara yang bebas dari korupsi .
"KPK memberikan penghargaan tinggi-tingginya kepada seluruh penyuluh antikorupsi dan ahli pembangun integritas atas dedikasi, konsisten dan ketulusan yang telah diberikan, kami mengajak seluruh hadirin untuk terus menjadi penjaga integritas bangsa, semangat yang luar biasa dengan kemandirian yang luar biasa," bebernya.(afm)
Dinas PUTR Provinsi Jambi Sembelih Empat Hewan Kurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H
Menatap Wajah di Foto Usang : 25 Tahun Husni Merajut Rindu, Mencari Ibu yang Hilang Tanpa Kabar
Lewat Virtual, Kanwil Kemenkum Jambi Bahas Pengembangan Karier Jabatan Fungsional
Lindungi Bisnis Anda! Merek Dadang Bukan Sekedar Nama, Tapi Kunci Kepercayaan Konsumen & Daya Saing
UBR Jambi & ASIKOM Jalin MoU: Perkuat Soft Skill dan Kualitas Akademika Menuju Kampus Unggul
Korem 042/Gapu Gelar Sholat Idul Adha 1447 H di Lapangan Tenis Indoor Makorem


