44,9 Persen Masih Belum Yakin dengan Pilihan, 48,8 Persen Sebut Politik Uang Berpengaruh



Jumat, 22 November 2024 - 16:25:38 WIB



JAMBERITA.COM – Lingkaran Survei Indonesia (LSI)66 merilis hasil survei terbaru mengenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jambi yang dilakukan pada 10 hingga 14 November 2024. Survei ini melibatkan 1.200 responden dan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±2,9% ( 22/11).

Hasil survei menunjukkan bahwa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Alharis-Sani unggul dengan elektabilitas 57,2%, sementara pasangan Romi-Sudirman memperoleh 26,7%. Ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat dukungan terhadap kedua pasangan calon, meski Romi-Sudirman memiliki angka yang tetap sejak survei bulan Oktober yang mencatatkan angka elektabilitas 26,7%.

Survei juga mengungkapkan data menarik terkait dengan pemilih militan, yang menunjukkan bahwa 37,3% pemilih militan mendukung pasangan Alharis-Sani, sementara hanya 17,8% yang mendukung Romi-Sudirman. 

Sementara itu, terdapat sejumlah pemilih yang masih ragu-ragu dalam menentukan pilihan mereka. 44,9% responden mengaku belum yakin atau masih mempertimbangkan pilihan mereka, yang menunjukkan potensi pergeseran signifikan dalam dukungan menjelang hari-H pencoblosan.

Sekitar 42,14% pemilih hingga saat ini masih belum menentukan pilihan mereka, yang menandakan adanya potensi ketidakpastian dalam pemilihan kali ini. Faktor ini dapat menjadi titik kritis bagi masing-masing pasangan calon untuk meraih dukungan lebih lanjut melalui kampanye yang lebih efektif.

Survei ini juga mencatat bahwa 48,8% responden masih menganggap politik uang berpengaruh dalam Pilkada Provinsi Jambi. Meskipun sebagian besar masyarakat sadar akan adanya praktik tersebut, hal ini menunjukkan bahwa masalah politik uang masih menjadi isu yang harus diperhatikan dalam dinamika pilkada.

Berdasarkan hasil survei LSI, Pilkada Provinsi Jambi diprediksi akan berlangsung kompetitif, meskipun pasangan Alharis-Sani saat ini memimpin. Namun, adanya segmen pemilih yang ragu-ragu dan belum menentukan pilihan dapat mengubah arah dukungan dalam beberapa hari mendatang. Isu politik uang yang masih dianggap mempengaruhi pemilih juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan oleh para calon dalam melaksanakan kampanye mereka.

LSI mengingatkan bahwa kampanye yang berfokus pada isu-isu lokal, kesejahteraan masyarakat, serta transparansi akan sangat memengaruhi keputusan pemilih dalam beberapa waktu ke depan.(*)





Artikel Rekomendasi