JAMBERITA.COM- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melaksanakan Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting yang diadakan di Aula Bappeda Provinsi Jambi pada Kamis (30/5/2024).
Wakil Gubernur Jambi, sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Jambi Abdullah Sani dalam sambutannya mengatakan acara ini sebagai wujud komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting dan tindak lanjut pelaksanaan amanat dari Kemendagri.
"Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya meningkatkan konvergensi intervensi gizi serta terciptanya koordinasi dan sinkronisasi program penanganan stunting yang valid dan up-to-date antar instansi," katanya.
Lebih lanjut, Sani berterima kasih kepada seluruh instansi yang telah berupaya menurunkan angka stunting di Provinsi Jambi. "Provinsi Jambi terbaik kedua se-Indonesia karena berhasil menurunkan prevalensi stunting," ucapnya.
Keberhasilan ini berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, dimana angka prevalensi stunting Provinsi Jambi sebesar 13,5 persen. Angka prevalensi stunting ini turun sebesar 4,5 persen prevalensi stunting tahun 2022 yang sebesar 18 persen.
Sementara itu, Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Putut Riyatno berharap melalui kegiatan ini mendapat umpan balik dan pembelajaran dalam upaya meningkatkan konvergensi intervensi sensitif dan intervensi spesifik.
"Peran pemerintah daerah dalam pemenuhan pelayanan dasar untuk mempercepat penanganan stunting sangat penting, dengan meningkatkan konvergensi keterpaduan program kegiatan penanganan stunting dari berbagai sumber, baik perangkat maupun pendanaan, dengan menggunakan instrumen 8 aksi konvergensi," ungkap Putut.
Dalam acara tersebut, setiap kabupaten/kota diberikan kesempatan untuk memaparkan langkah-langkah dalam pemenuhan pelayanan dasar untuk mempercepat penanganan stunting dengan meningkatkan konvergensi keterpaduan program kegiatan penanganan stunting dari berbagai sumber, baik perangkat maupun pendanaan, dengan menggunakan instrumen 8 aksi konvergensi berdasarkan pengisian instrumen 8 aksi konvergensi Web Bangda Kemendagri RI.
Selanjutnya, langkah-langkah tersebut dinilai oleh tim panelis yang salah satunya diwakili oleh Sekretaris BKKBN Jambi, Yudi Hendra Musrizal.
Selain itu, untuk menyemarakkan Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting, juga diadakan Pameran Praktik Baik dan Inovasi Percepatan Penurunan Stunting yang diikuti oleh 11 kabupaten/kota. (*)
Dugaan Konflik Lahan di Desa Gambut Jaya Muaro Jambi, Ternyata Sudah Dilaporkan Sejak Tahun Lalu
Kreator Jambi Wajib Tahu! Ini Cara Amankan Hak Cipta & Royalti Biar Karya Jadi Tambang Cuan!
Komitmen Bupati Fadhil Arief Lestarikan Bahasa Daerah Diapresiasi Pusat
Visi SAH Tentang Infrastruktur dan SDM Yang Masih Jadi Tantangan Pengembangan Wisata Jambi

