BMKG Prediksi Curah Hujan Masih Tinggi Dalam Sepekan, 6 Daerah Di Jambi Siaga Cuaca Ekstrim



Rabu, 03 Januari 2024 - 16:52:42 WIB



JAMBERITA.COM- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi memprediksi selama sepekan kedepan curah hujan tinggi masih berpeluang terjadi.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Sultan Thaha Jambi, Annisa Fauziah mengatakan puncak musim hujan di Provinsi Jambi diprediksi terjadi pada bulan Desember 2023 hingga Januari 2024.

Kemudian, berdasarkan analisis dinamika atmosfer tanggal 02 Januari 2024 menunjukkan pola sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Aceh, pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) di Pesisir Barat Sumatera, terdapat gelombang atmosfer Rossby Ekuator di wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan, serta aktifnya gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang diprakirakan akan memasuki fase 2 dan 3 (Samudera Hindia Barat Sumatera) yang

berdampak pada pertumbuhan awan hujan secara intensif di Provinsi Jambi.

"Adanya peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan menyebabkan peningkatan peluang kejadian cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di Provinsi Jambi seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor," katanya, saat dikonfirmasi Jamberita. Com pada Rabu (3/1/24).

Kemudian katanya dengan melihat kondisi tersebut, kabupaten/kota di Provinsi Jambi yang berada dalam kondisi SIAGA terjadi kondisi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan banjir, banjir bandang, dan tanah

longsor yaitu Kabupaten Kerinci, Kabupaten Bungo, Kabupaten Merangin, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Tebo, Kabupaten Sarolangun.

Serta waspada timbulnya angin kencang, genangan, induksi sambaran petir, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang di wilayah Kabupaten, Batanghari, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Muaro Jambi dan Kota Jambi.

"Provinsi Jambi terutama Jambi bagian barat terdapat wilayah rawan longsor, banjir bandang, dan banjir, sehingga kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi dengan mengenali titik-titik rawan bencana pada derah yang akan dituju atau dilalui, melakukan pembaharuan informasi cuaca sebelum memulai dan melanjutkan perjalanan, mencari lokasi yang aman apabila kondisi hujan terjadi dalam intensitas yang tinggi dan durasi yang lama, serta selalu mengikuti arahan petugas-petugas yang terkain kebencanaan," tandasnya. (Tna)



Artikel Rekomendasi