Mentan Yakin Daya Saing Produk Pertanian Melejit ke Mancanegara, Jika Keunggulan Ini Ditingkatkan



Selasa, 29 Agustus 2023 - 18:25:55 WIB



Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi Saat di Bapeltan Jambi, Selasa (29/8/2023).
Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi Saat di Bapeltan Jambi, Selasa (29/8/2023).

JAMBERITA.COM - Badan Penyuluhan Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) Kementerian Pertanian mendorong para Widyasuara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian untuk meningkatkan semua komunitas eksportir baik itu kepada petani maupun fraktisi unggul secara kompetitif.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, melalui Trainer Of Trainer (TOT) tersebut diharapkan para peserta TOT dari seluruh Indonesia dapat memberikan pembimbingan kepada para petani agar mampu meningkatkan keunggulan kompetitif, bukan hanya komparatif. 

"Kalau bicara keunggulan kompetitif bukan hanya komuditas perkebunan, kedepan kita juga harus tunjuk ekspor komuditas lain yang saat ini sudah mulai oke, seperti ketahanan pangan, holtikultura, peternakan, jadi komuditas lain juga kita genjot tentu dengan mengejot keunggulan kompetitif yaitu daya saing," katanya di Bapeltan Jambi, Selasa (29/8/2023).

Menurut Dedi, kalau erbicara daya saing, maka pertama adalah tentang produktivitas, kemudian perbaikan kualitas dan ketika adalah menekan ongkos produksi atau HPP."Saya kira kalau kita lakukan tiga hal itu, genjot produktivitas, perbaiki kualitas dan tekan HPP, daya saing produk pertanian kita pasti akan melejit sehingga produk pertanian kita akan melalangbuana ke mancanegara sampai dengan ekspor," tegasnya. 

Tiga hal itu kata Dedi, yang mereka tekanankan kepada para Widyasuara, Dosen Guru dan Penyuluh Pertanian dalam TOT Peningkatan Ekspor Komunitas Pertanian agar dapat membimbing, mendampingi mensosialisasikan kepada para petani dan fraktisi pertanian sehingga kedepan tidak hanya mengandalkan keunggulan komparatif tapi juga keunggulan kompetitif.

"Maka diversifikasi komuditas yang kita ekspor semakin banyak, kalau sekarang didominasi oleh komuditas sub sektor perkebunan, kedepan didominasi oleh semua, ketahanan pangan, holtikultura, dan peternakan, disaat yang sama tentu saja ini akan mengenjot pendapatan petani dan pasti mendorong kesejahteraan para petani, ekspor lho, duitnya banyak," jelasnya.

Sesungguhnya kata Dedi, itu adalah tujuan dari pembangunan pertanian secara nasional, yakni penyediaan pangan, kesejahteraan petani dan mengenjot ekspor." Saya berharap dengan adanya TOT ini, kemampuan kapabilitas, keterampilan pengalaman para penyuluh, Widyasuara, dosen guru, meningkat terus sehingga para petani pun kapasitasnya, keterampilannya dan pengalamannya meningkat, sehingga produktivitas yang kita citakan juga meningkat," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi