Alua Tataruang Patah Tigo, Samuaik Tapijak Indak Mati



Jumat, 19 Mei 2023 - 16:52:57 WIB



Oleh : Sowatul Islah*

 

 

Indonesia memiliki berbagai ragam budaya yang menjadi indentitas bangsa. salah satunya di minangkabau,banyak petatah peitih untuk perempuan di minagkabau salah satunya alua tataruang patah tigo, samuiak tapijak indah mati,itulah kata petitih perempuan yang singkat dan mengandung makna yang sangat dalam, di dalam kehidupan perempuan di minngkabau.makna kata petitih alua tatarung patah tigo,samuik tapijak indak mati adalah alua ini adalah nama benda yang digunakan oleh orang minangkabau untuk menumnbuk beras yang dijadikan tepung,alua ini terbuat dari kayu atau batang kayu bulat dan tinggi lebih kurang 150 cm, pada zaman sekarang fungsi alau ini sangat minim digunakan oleh orang minangkabau karena alua sudah kalah oleh alat modern perkembangan zaman sekarang yang sangat berpengaruh gaya hidup cara pakaian,cara berbicara seseorang, tataruang adalah sebuah kata kerja dengan tidak kesengajaan yang di lakukan oleh seseorang.

patah adalah sebuah kata benda yang dimana benda yang dimaksud disini adalah alua yang tadi,tigo ini dalah hitungan sama denga tiga jadi alau yang panjang tadi patah menjadi tiga bagian,samuaik ini adalah serangga kecil yaitu semut, semut ini serang yang mudah untuk dibunuh oleh manusia,tapijak adalah sesuatu kata terpijak ketidaksengajaan diinjak,indak adalah kata sesuatu yang untuk menyatakan pengingkaran,penolakan,penyangkalan,mati adalah kata makluk yang berbyawa yang sudah kehilanga nyawanya,dan tidak hidup lagi,jadi makna samuiak tapijak imdak mati ini adalah semuah ketidak mungkinan begitu lah mempunyai makna yang sangat dalam sekali ,artinya seorang perempuan minangkabau yang terinjak semut tapi semut itu tidak mati,adalah melambangkan kelembutan dan kenaggunan perempuan di minangkabau,semakin lembutnya semut I injak pun tidak mati,dan semakin kerasnya alua yang keras dari kayu kalau tersandung dia bisa alua tersebut patah atau patah menjadi tiga bagian.

 Alua tataruang patah tigo ini memiliki arti sifat seseorang di minangkabau yang artinya yang teguh bertindak di atas kebenaran dengan penuh kebiksanaan,petatah ini juga sebuah bentuk ketegasan dalam menegakkan sebuah kebenaran dengan kesadaran tampa ada oaksaan dari siapa pun,ungkapan ini digunakan untuk seorang perempuan yang belum menikah atau gseorang gadis diminangkabau,dapat diartikan seorang gadis lemah lembut,yang dimana dia menginjak tanah dengan pelan sampai semutpun tidak mati,tapi jika ia digagnggu ketika tidak kesalahan dia bisa langsung jadi gadis yang guat dan pepmberani yang isyratkan dari alua tataruang patah tigo itu,ungkapan ini sangat harus di lestarikan keying sempurna yang memiliki kepribadian yang baik,mbali untuk salah satunya untuk mengembalikan citra seorang perempuan yang belum menikah di minagkabau atau seorang gadis minangkabau yang memmpunyai sempurna,mempunya kepribadian yang baik ,taat pada yang maha kuasa,dan juga patuh kepada mamak,kelurga dan juga orang tua,dn juga tidak suka denga perilaku yang buruk dan tercela ,dan dia suka denga perilaku yang bermanfaat dengan orang-orang sekitarnya.dan juga bisa menahan diri dari perbuatan yang tidak baik dan juga teguh dengan prinsipnya.

Dapat kita lihat dari petatah petitih tentang kita sebagai perempuan di minangkabau sudah banyak bekerja yang biasa dikerjakan laki-laki tapi sekarang sudah banyak juga di laukan oleh perempuan juga termasuk perempuan minangkabau sendiri,seperti sopir bus,jadi satpol pp,dan juga ada yg jadi polisi,walaupun itu dulu dikerjakan oleh seorang laki-laki tapi perempuan dapat bekerja dengan baik.

dengan demikian tetaplah menjadi perempuan yang cantik,anggun,dan lemah lembut,tapi jadilah perempuan yang punya prinsip dan mampu bertindak tegas dalam menegakan kebenaran(*)

 

Penulis adalah: Sowatul islah mahasiswa universitas Andalas*



Artikel Rekomendasi