JAMBERITA.COM - Pindah nya pelaksanan seleksi Calon Paskibraka dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kepada Badan Satuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) tidak mengurangi daripada ketransparansan pihak panitia seleksi dalam melahirkan petugas upacara yang berkualitas.
Pasalnya, seleksi Calon Paskibraka untusan Kabupaten Kota untuk ke tingkat Provinsi maupun nasional, tahun ini di Provinsi Jambi sudah dilaksanakan secara online yang terintegrasi ke Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dari nilai tersebut itu, maka pihak BPIP dari pusat lah yang menentukan skorsing dari nilai nilai para peserta yang di uploud oleh panitia seleksi di daerah.
Kepala Kesbangpol Provinsi Jambi Apani Saharudin, mengatakan pihaknya menjamin akan ketransparansan tahap seleksi bagi Calon Paskibraka baik untuk di tingkat Provinsi maupun nanti ke tingkat nasional sampai dengan telah menetapkan 29 Putri dan 27 Putra yang dinyatakan lulus menjadi Paskibraka.
"Penetapan terhadap 27 putra dan 29 putri itu adalah berdasarkan aplikasi yang sudah disiapkan oleh BPIP, jadi disetiap tahapan di uploud pada aplikasi dan BPIP lah yang menentukan skorsing dari setiap nilai yang dimasukkan oleh tim seleksi. Dari akumulasi nilai, muncul lah perangkingan anak anak kita yang ikut seleksi," katanya setelah mengumumkan hasil seleksi di Golden Harvest Kota Jambi, Rabu (17/5/2023) kemarin.
Untuk itu kata Apani, siapa pun peserta yang terpilih berdasarkan aplikasi, maka itu lah yang dinyatakan lulus. Berdasarkan rangking yang diumumkan baik putra dan putri, maka nomor 1 lah yang terpilih menjadi Paskibraka tingkat nasional. Sehingga mereka pun menjamin ketransparansan dalam seleksi Calon Paskibraka tahun ini meskipun terbilang baru karena melalui sistem online.
"Baru, kita menjamin, karena bunyi aplikasi nya transparansi. Dan kami saja tidak bisa berbuat apa apa, sepanjang sudah ada standar, masuk dalam aplikasi dan aplikasi lah yang menilai. Tadi juga saya sampaikan kita tidak bisa mengakumulasikan nilai nilai yang masuk ke dalam android peserta, karena aplikasi sudah ada nilai TWK dan PPB berapa persen nya kami pun tidak tahu, itu saking kerahasiaan dan transparasi karena aplikasi ini orang pusat yang pegang," ungkapnya.
Karena semua sudah dilakukan secara aplikasi, Apani pun juga menepis jika adanya asumsi titip titipan dalam seleksi Calon Paskibraka. Terlebih untuk ke tingkat nasional, karena jika tidak memenuhi kriteria di Pusat, maka nomor urut satu yang terpilih akan dikembalikan ke daerah dan digantikan oleh nomor urut 2 sebagai cadangan.
"Jangan kah ada titip titipan, tidak bisa. Secara akumulasi nilai saja kita tidak tidak tahu, karena semua dari aplikasi yang mengeluarkan nilai nya, setelah keluar nilai nya sesuai aplikasi baru kita melakukan rapat tim bersama pak Sekda selaku Ketua Tim Pelaksana untuk menetapkan dan mengumumkan hasil seleksi. Bila mana kalau ada masalah atau sanggahan dari tim juri kan, tapi Alhamdulillah apa yang dikeluarkan oleh aplikasi sesuai harapan dengan nilai yang sudah dicantumkan," pungkasnya.(afm)
Bupati Tanjab Barat Tinjau Rumah Warga Program Bedah Rumah BAZNAS
Ketua Komisi III Albert Chaniago Hadiri Peringatan Hari Buruh di Tanjab Barat
FKIK UNJA Sukses Gelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional AMSA-Indonesia 2026 di Jambi
Silaturahmi Kapolda Jambi, Minta SOP Keselamatan Kerja di SKK Migas dan PetroChina Diperhatikan
Putri Asal Tebo, Anak dari Pedagang Lulus Jadi Paskibraka Tingkat Nasional dan Gibran Asal SMAN TT
Komisioner KI dan Kadis Kominfo Jambi Hadiri Peringatan HAKIN di Riau



