Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Jambi Pantau Hilal dari Lantai 12 Gedung Mahligai Jambi



Kamis, 20 April 2023 - 20:25:45 WIB



JAMBERITA.COM- Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Provinsi Jambi hari ini melaksanakan pengamatan bulan sabit muda  atau rukyatul hilal sebagai bahan masukan untuk sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1444 Hijriyah.  

Rukyatul hilal dilakukan dari roof top lantai 12 Gedung Mahligai Bank Jambi, di kawasan Telanaipura menggunakan tiga alat, diantaranya teleskop.

 “Setelah dilakukan pengamatan bulan pada saat matahari terbenam pukul 18.07 Wib sampai dengan hilal terbenam pukul 18.17 Wib oleh Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, hasilnya hilal tidak terlihat/,” ujar Zoztafia, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi dalam konferensi pers usai pengamatan hilal , Kamis (20/4/2023).

Dijelaskannya, ketinggian hilal di Kota Jambi sudah diatas ufuk yaitu 1 derajat 53 , 35 menit, sudut elongasi bulan 2 derajat 47,65 menit. Namun berdasarkan kesepakatan MABIMS yaitu kesepakatan Menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia ,Malaysia dan Singapura, menyepakati kriteria imkanur rukyat atau kemungkinan bulan bisa dirukyat apabila telah memenuhi syarat minimal tinggi bulan diatas 3 derajat , dan sudut elongasi bulan 6 , 4 derajat.

“Penampakan eksistensi hilal dipengaruhi beberapa hal, seperti factor cuaca pada saat hilal muncul, bila kondisi mendung, hujan atau tertutup awan atau kabut, maka tidak akan terlihat. Berkenaan dengan penetapan 1 Syawal 1444 Hijriyah mari kita bersama-sama mendengarkan pengumuman resmi Pemerintah,” jelasnya.

Kakanwil menambahkan, hasil rukyatul hilal di Jambi akan dilaporkan ke Tim Falakiyah Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan sidang isbat.

Sementara itu dari hasil sidang Isbat kemarin, menteri Agama Taqut Cholil Qoumas  mengumumkan bahwa sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriyah jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023. Kakanwil Zoztafia  mengimbau seluruh pihak untuk menyikapi secara bijak jika nantinya terjadi perbedaan Hari Raya Idul Fitri. 

"Saya kira kita di Jambi dan Indonesia sudah biasa menghadapi perbedaan itu, dan kita sudah berpengalaman, dan selama ini kehidupan umat beragama di Provinsi Jambi tenang-tenang saja di tengah perbedaan. Mungkin ada yang lebaran besok, dan mungkin ada yang lebaran Sabtu, itu dimaklumi, tidak ada yang salah.  Jadi Pemerintah melalui Kemenag sudah memberitahukan ke kita agar tidak dipermasalahkan, semua itu harus di hargai,"pungkasnya. (Tna)



Artikel Rekomendasi