JAMBERITA.COM -Dugaan pembuangan Limbah Pabrik Kelapa Sawit Mini di Desa Suka Maju, Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi mendapat penolakan dari warga hingga diadukan kepada Ketua Fraksi Golkar DPRD Muaro Jambi Sartono.
Sartono mengungkapkan kronologis kejadian bahwa dari Pabrik awalnya limbah di buang ke Desa Suka Maju dan diketahui terjadi keributan karena ditolak oleh warga."Ribut orang nya nolak, pindah ke Desa Pondok Meja, di Kebun Desa di buat nya kolam disana, jadi dibuang kesana tidak ada melalui proses pengolahan, itu yang buat orang ribut," katanya.
Sartono menjelaskan, informasi awal pencemaran terjadi lalu banyaknya ikan ikan mati, sepertinya bukan dari Pabrik Miji tersebut karena limbah nya dibuang ke Suka Maju."Makanya kita termasuk di kelabui juga sama orang tuh, nah sekarang ketahuan sama kita," tegasnya.
Selanjutnya politisi Golkar ini juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muaro Jambi untuk menelusuri terkait dengan perizinan pabrik tersebut."Soal izin, harus di proses sesuai dengan aturan, kalau misalnya syarat administrasi nya kurang harus di tambah, itu salah satu syarat Pabrik Sawit itu kan pengelolahan limbahnya harus jelas itu," ungkapnya.
Sartono mengungkapkan DLH mengaku sudah turun dengan mengambil sampel untuk dicek ke laboratorium."Saya bilang, kalau sample yang diambil bukan limbah itu, macam mana kita tahu kan. Tapi, ini sudah saya kasih tahu ke DLH, agar mereka langsung lokasi, jangan dulu ke desa," tegasnya.
Sementara itu, Kadis LH Muaro Jambi Evi Sahrul ketika dikonfirmasi melalui telepon maupun pesan WhatsApp nya belum memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut, termasuk juga Kepala Desa Pondok Meja sehingga berita ini ditayangkan.(afm)
Setelah Sarolangun, Kanwil Kemenkum Jambi Turun Gunung ke 'Bumi Alam Sakti' Ada Apa?
Al Haris Hadiri Pengukuhan BPW KKSS Jambi Masa Bakti 2026-2030
Bupati Anwar Sadat Didampingi Ketua TP PKK Tanjabbar Buka Festival Arakan Sahur Minggu Ketiga
Pj. Bupati Tebo Bersama Baznas Salurkan Bantuan Untuk Tenaga Honorer dan Balita Stunting
Paripurna Kedua, Dengarkan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Tanjab Barat





